Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS LIBYA: 36 Orang Tewas Dalam Bentrokan

Sedikitnya 36 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi di Benghazi, Libya hingga Sabtu malam dan Minggu pagi waktu setempat.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 27 Juli 2014  |  20:12 WIB
Libya Kembali Memanas
Libya Kembali Memanas

Bisnis.com, BENGHAZI, Libya--Sedikitnya 36 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi di Benghazi, Libya hingga Sabtu malam dan Minggu pagi waktu setempat. Bentrokan yang terjadi antara pasukan khusus Libya dan militan Islam tersebut sudah terjadi selama dua minggu terakhir.

Sedikitnya 23 orang yang merupakan pekerja Mesir tewas di Ibu Kota Tripoli ketika sebuah roket menghantam rumah mereka pada Sabtu (26/7) dalam memperebutkan bandara utama di kota tersebut, Reuters melaporkan pada Minggu (27/7/2014).

Dalam dua minggu terakhir, Libya telah berubah menjadi negara dengan kekerasan mematikan sejak perang 2011 yang menggulingkan Muammar Gaddafi, mendorong Amerika Serikat, PBB, dan Turki untuk menarik diplomat mereka dari negara di kawasan Afrika Utara tersebut.

Dikarenakan pemerintah pusat yang tidak mampu menegakkan ketertiban, dua milisi saling menembakkan artileri ke Tripoli, sedangkan tentara Libya mencoba mendorong keluar para militan Islam yang telah mendirikan kamp di pinggiran Benghazi. Demikian dilansir Reuters dalam lamannya.

Amerika Serikat mengevakuasi petugas kedutaannya di Libya pada Sabtu (27/7) ke Tunisia setelah meningkatnya krisis di dekat kompleks kedutaan di Tripoli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis libya

Sumber : reuters

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top