Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PENGELILING DUNIA Pertama Ternyata Putra Maluku

Orang yang pertama kali mengelilingi dunia bukanlah Christoper Collumbus dari bangsa Eropa, tetapi putra Indonesia asal Maluku yang bernama Enriko Maluku.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 19 Juli 2014  |  21:00 WIB
Gubernur Maluku Said Assagaff  - facebook
Gubernur Maluku Said Assagaff - facebook

Bisnis.com, JAKARTA – Siapa orang yang pertama kali mengelilingi dunia? Kalau jawabannya Christopher Columbus, Vasco de Gama, atau Magellan, maka Anda akan berbeda dengan pendapat Gubernur Maluku Said Assagaff.

Menurut Assagaff, orang yang pertama kali mengelilingi dunia bukanlah Christoper Collumbus dari bangsa Eropa, tetapi putra Indonesia asal Maluku yang bernama Enriko Maluku.

"Insya Allah, tidak lama lagi akan terbit satu buku karya Tantowi Yahya tentang Enriko Maluku, pengeliling dunia pertama, seorang Putra Maluku, orang Indonesia," kata Said pada Sabtu (19/7/2014) malam.

Said menyatakan hal itu dalam acara Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama DPD KNPI Maluku bersama Gubernur Maluku dan Semua Elemen Masyarakat Maluku Jakarta, Sabtu (19/7/2014) malam di Jakarta.

Sejarah mencatat kisah kegemilangan Maluku di masa lalu. Kisah ini merupakan fakta sejarah yang sangat menggegerkan dunia. "Bukan Columbus yang pertama kali mengelilingi dunia," ujar Said.

Menurut Said, sejumlah literatur di perguruan tinggi Eropa telah menuliskan fakta-fakta tentang Enriko Maluku sebagai pengeliling dunia pertama. "Saya sendiri yang akan memberikan kata pengantar dalam buku itu. Ini fakta sejarah. Kesaksian serupa diberikan sejumlah tokoh Vatikan," tegas Said. 

Enrico adalah putra Maluku, bahkan keturunannya masih hidup hingga saat ini. Sejumlah negara, seperti Malaysia dan Filipina sempat mengklaim Enriko adalah warga mereka.

Namun, Said menegaskan Enriko adalah keturunan Maluku berdasarkan sejumlah literatur sejarah dan kesaksian para ahli.

Dalam pertemuan itu, Said mengajak masyarakat Maluku di Jakarta, khususnya generasi muda, untuk mengembalikan kejayaan dan martabat masyarakat Maluku. “Kitorang basudara. Hendaknya saling menghormati dan menyayangi.”

Said mengimbau untuk menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta saling menjaga keharmonisan di antara sesama orang basudara. Dia juga mengingatkan warga Maluku harus baku bantu, baku tongka, baku keku, dan jangan baku kuku.

Harus baku bantu, baku tongka, baku keku, dan jangan baku kuku,” ujarnya menegaskan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maluku
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top