Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar Berusaha Tekan Impor Susu Sapi

Dinas Peternakan Jawa Barat berupaya mengurangi ketergantungan pada impor susu sapi diantaranya melalui penaikkan pasokan susu peternak lokal Jabar.
Adi Ginanjar Maulana, Dimas Waradithya
Adi Ginanjar Maulana, Dimas Waradithya - Bisnis.com 09 Juli 2014  |  16:16 WIB
Peternak sedang memerah susu sapi - Bisnis.com
Peternak sedang memerah susu sapi - Bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG-- Pemerintah berniat mengenjot serapan susu perah peternak dengan target pada 2020 porsi impor susu sapi dapat ditekan menjadi 50% dari kebutuhan nasional.

Tantangan mengejar target tersebut dinilai berat karena banyaknya masalah mulai dari tergerusnya populasi akibat pemotongan sapi perah betina, hingga rendahnya pendapatan peternak sapi perah lokal yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Doddy Firman Nugraha mengatakan pihaknya berupaya dalam mengurangi ketergantungan impor susu sapi diantaranya melalui penaikkan pasokan susu peternak lokal Jawa Barat.

Atas hal itu produksi susu peternak lokal digenjot sebesar 4-5% tiap tahunnya. Menurut Doddy kontribusi susu Jawa Barat terhadap produksi susu nasional mencapai 30%.

"Namun pasokan susu nasional saat ini masih sebesar 23% dari kebutuhan nasional," kata Doddy kepada Bisnis, Rabu (9/7).

Doddy memaparkan harga jual susu di peternak hanya berkisar Rp3.500-4.000 per liter. Artinya, apabila produksi susu dari sapi perah hanya 10 liter per hari, maka pendapatan bruto petani di Jawa Barat maksimal hanya Rp1.250 per liter atau Rp12.500 per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabar susu
Editor : Taufik Wisastra
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top