Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indonesia Kirim Tim Penjaga Perdamaian ke Filiphina Selatan

Bisnis.com, JAKARTA Indonesia kembali mengirimkan Tim Monitoring Internasional (IMT) untuk menjaga tercapainya perdamaian di Filiphina Selatan.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 04 Juli 2014  |  15:48 WIB
Indonesia Kirim Tim Penjaga Perdamaian ke Filiphina Selatan
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia kembali mengirimkan Tim Monitoring Internasional (IMT) untuk menjaga tercapainya perdamaian di Filiphina Selatan.

Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Nasional Negara Berkembang (Sosbud-OINB) Kementerian Luar Negeri Arko Hananto Budiadi mengatakan tim yang merupakan gabungan dari unsur militer dan sipil tersebut secara khusus bertugas membantu menjaga situasi kondusif bagi pencapaian perdamaian menyeluruh di Filiphina Selatan.

Hari ini, Jumat (4/7), Kementerian Luar Negeri melepas sembilan orang TPI-IMT yang terdiri dari enam orang unsur militer taham ke-3 dan tiga orang unsur sipil tahap ke-5 untuk bertolak ke Filiphina.

Sembilan orang tersebut akan menggantikan 15 orang TPI-IMT unsur militer tahap ke-2 dan unsur sipil tahap ke-4 yang telah selesai melaksanakan tugasnya selama masing-masing 1 tahun dan 4 bulan.

Sesuai dengan permintaan Pemerintah Filiphina, jumlah personil TPI dikurangi dari sebelumnya 15 personil menjadi 9 personil per Juli 2014.

Indonesia, ujarnya, berkomitmen penuh dalam pencapaian perdamaian komprehensif di Filiphina Selatan, khususnya dalam konteks perdamaian antara The Government of the Philippines (GPH) dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF).

Sejak 2012 hingga 2014, Pemerintah Indonesia telah menugaskan sebanyak 50 orang personil Tim Pengamat Indonesia (TPI)-IMT untuk bergabung sebagai tim monitoring internasional. Para personil terdiri atas unsur sipil tahap pertama hingga tahap ke-4 dan unsur milier tahap pertama dan ke-2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hubungan bilateral
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top