Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PERTANIAN: Jumlah Petani Kota Bekasi Anjlok Kian Mendekati 100%

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam kurun waktu 2003-2013 mengalami penurunan drastis kian mendekati angka 100%, tepatnya mencapai 89,91%.
Ilustrasi/Reuters
Ilustrasi/Reuters

Bisnis.com, BEKASI — Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam kurun waktu 2003-2013 mengalami penurunan drastis kian mendekati angka 100%, tepatnya mencapai 89,91%.

Data Sensus Pertanian 2013 (ST2013) yang diluncurkan Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, Rabu (2/7/2014), menunjukkan usaha pertanian masih didominasi oleh rumah tangga. Kendati begitu, jumlahnya mengalami penurunan signifikan.

Pada 2013, jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bekasi tercatat sebanyak 6.424 rumah tangga.

Jumlah tersebut menurun sebesar 89,21% dari 2003 yang tercatat sebanyak 59.512 rumah tangga.

Sementara, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum juga mengalami penurunan, yakni hanya 2 perusahaan pada 2013 dari 3 perusahaan pada 2003.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bekasi Slamet Waluyo mengatakan penurunan jumlah tersebut dipicu semakin berkurangnya lahan bagi pertanian, terutama sangat drastis dalam sepuluh tahun terakhir.

Di samping itu, lanjut Slamet, modernisasi yang menghadirkan perubahan pola dan gaya hidup masyarakat Kota Bekasi turut memengaruhi penurunan tersebut.

"Semakin minimnya lahan jadi salah satu penyebabnya. Beberapa lahan pertanian bahkan sudah dimiliki oleh korporasi," jelasnya saat ditemui Bisnis, Kamis (3/7).

Slamet mengungkapkan kontribusi sektor pertanian bagi produk domestik regional bruto (PDRB) memang terhitung kecil.

Pada 2012, jelasnya, sektor itu hanya bersumbangsih 0,8% dari PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp45,85 triliun.

Kendati begitu, dia menyatakan sektor tersebut tetap mendapat perhatian Pemkot Bekasi.

Menurutnya, pemkot dapat berfokus pada peningkatan subsektor yang potensial, seperti hortikultura.

Selain itu, dia menuturkan, dengan berkurangnya pelaku sektor tersebut pemkot mesti menyiapkan lapangan pekerjaan baru bagi para pekerja yang telah dan akan beralih profesi.

"Justru tidak boleh dinafikan, dari 0,8% harus ditingkatkan. Tidak mungkin menambah lahan sawah, bisa dengan berfokus pada hortikultura," ujarnya.

Adapun, dari 12 Kecamatan di Kota Bekasi, Kecamatan Mustikajaya tercatat dengan jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak pada 2013, yaitu 1.482 rumah tangga.

Persentase penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian terbesar terjadi di Kecamatan Bekasi Barat, yakni sebesar 96,71%.

ST2013 juga melaporkan subsektor hortikultura terlihat mendominasi usaha pertanian di Kota Bekasi, yakni sebanyak 3.987 rumah tangga dan disusul subsektor peternakan dengan 3.267 rumah tangga.

Perkebunan menjadi subsektor dengan jumlah rumah tangga usaha pertanian paling sedikit, sebanyak 223 rumah tangga, diikuti oleh subsektor kehutanan, 257 rumah tangga.

Sementara itu, persentase penurunan jumlah rumah tangga usaha pertanian tertinggi pada 2003-2013 terjadi di subsektor perkebunan, sebesar 90,81%.

Sedangkan, penurunan jumlah rumah tangga pertanian terbesar terjadi di subsektor hortikultura, yaitu menurun 30.771 rumah tangga.

"Pada periode yang sama, subsektor kehutanan mengalami pertumbuhan jumlah rumah tangga usaha pertanian, yaitu tercatat bertambah sebesar 192 rumah tangga," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Saeno

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper