Ramadan, Balai Besar POM Sumut Perketat Pengawasan

Pada Ramadhan dan menjelang Lebaran, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Sumatra Utara meningkatkan frekuensi pengawasan ke produsen, distributor, dan sarana seperti swalayan.n
Febrany D. A. Putri | 02 Juli 2014 15:46 WIB
Penjualan makanan di supermarket. POM Sumut perketat pengawasan

Bisnis.com,  MEDAN--Pada Ramadhan dan menjelang Lebaran, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Sumatra Utara meningkatkan frekuensi pengawasan ke produsen, distributor, dan sarana seperti swalayan.

BBPOM Sumut juga meminta masyarakat aktif memberikan pengaduan jika menemukan produk makanan yang tidak terdaftar.

"Pada awal Juni 2014, kami telah mengedarkan surat peringatan kepada pelaku usaha baik produsen, distributor, agen di pasar atau swalayan agar tidak menjual produk yang dilarang seperti mengandung bahan berbahaya dan minuman keras. Kami juga sudah menyiapkan tim tambahan dan frekuensi pengawasan menjelang Lebaran tahun ini," tutur Kepala BBPOM Sumut Ali Bata Harahap, Rabu (2/7/2014).

Ali menuturkan, pada bulan lalu, selain pengawasan rutin harian, pihaknya telah melakukan dua kali inspeksi mendadak yakni pada 11 Juni 2014 dan selama pekan kedua Juni 2014. Pada kali pertama sidak, BBPOM Sumut tidak menemukan, produk makanan yang tidak sesuai dengan aturan.

Adapun, pada kali kedua, BBPOM melakukan sidak di 18 sarana. Hasilnya, 14 sarana memenuhi ketentuan, sementara di empat sarana lainnya ditemukan produk makanan yang tak sesuai.

"Di keempat sarana tersebut, beberapa kami temukan kemasan rusak penyok, terutama untuk produk susu kaleng. Sementara itu, untuk produk tanpa izin edar, kami menemukan di buah kering plum," tambahnya.

Tak hanya di berbagai sarana, BBPOM Sumut juga telah merencanakan sidak terhadap penjual parsel musiman.

Adapun, pada tahun ini, Ali menyebutkan akan mewaspadai peredaran produk makanan impor ilegal. Pasalnya, Sumut dinilai menjadi salah satu pintu masuk utama.

"Penelusuran masih kami lakukan bekerja sama dengan Bea Cukai. Namun, kami belum dapat memberitahukan jumlah penemuan produk makanan impor ilegal," pungkasnya.




 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pom

Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top