Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBSESI PUTIN: Krimea Jadi Singapura Laut Hitam

Setelah mencaplok wilayah Krimea Maret lalu, Presiden Vladimir Putin berencana mengubah Krimea menjadi Singapura kedua.
Aura Purify
Aura Purify - Bisnis.com 23 Mei 2014  |  23:57 WIB
OBSESI PUTIN: Krimea Jadi Singapura Laut Hitam
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters

Bisnis.com, MOSKWA - Setelah mencaplok wilayah Krimea Maret lalu, Presiden Vladimir Putin berencana mengubah Krimea menjadi Singapura kedua.

"Kami akan mencontoh model pengembangan Singapura di Krimea, kami akan pastikan akan ada lingkungan bisnis yang nyaman di sini," kata Oleg Savelyev, Menteri Urusan Krimea baru, Jumat (23/5/2014).

Oleg mengaku setelah menjadi menteri, telah berkali membaca buku karya mastermind Singapura, Lee Kuan Yew, yang berjudul 'Singapore: From The World to First'.

Pria yang bulan lalu masuk dalam daftar penerima sanksi Uni Eropa ini menyatakan lebih lanjut bahwa prinsip-prinsip aturan di Krimea akan dibuat jauh lebih baik dari Rusia. Wilayah tersebut tidak akan mengadopsi sistem
birokrasi ketat khas Rusia.

"Kenaikan dana pensiun, kompensasi deposito, dan kenaikan gaji 140.000 pekerja publik adalah sebagian dari kurang lebih US$48 miliar yang akan dibelanjakan Rusia hingga akhir dekade untuk mentransformasi Krimea menjadi daerah komersial seperti Singapura," tukasnya.

Bukan hanya bank yang akan dijadikan sumber pemasukan di Krimea, tapi juga akan ada pusat perjudian, tempat wisata dan pusat perdagangan anggur (wine). Semenanjung tersebut akan didesain sebagai zona ekonomi khusus yang unik di antara 84 wilayah lainnya di negara terluas di dunia ini.

Pusat perjudian dan kasino kemungkinan akan dibangun di wilayah Yalta, kata Perdana Menteri sementara, Sergey Aksyonov.
"Kasino tidak akan tersebar begitu saja di Krimea. Akan ada zona khusus di area 50-100 hektar,"pungkas Sergey.
(Bloomberg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vladimir putin

Sumber : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top