Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SIDANG KASUS HAMBALANG: Anas, Nazaruddin & Andi Dihadirkan Bersama

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dengan terdakwa mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor, kembali digelar.
Lukmanul Hakim Daulay
Lukmanul Hakim Daulay - Bisnis.com 13 Mei 2014  |  20:24 WIB
/JIBI
/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dengan terdakwa mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mokhamad Noor, kembali digelar.

Sidang kali ini menghadirkan sejumlah saksi penting, di antaranya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan politikus Demokrat yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng.

"Ini dibagi dua sesi, sesi pertama, M Nazaruddin, Andi Mallarangeng, dan Anas Urbaningrum," ujar jaksa Supardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Ketiganya duduk bersebelahan di tengah ruang sidang.

Anas dan Andi sebelumnya duduk terlebih dahulu di kursi saksi. Satu kursi masih tersisa di samping Anas.

Nazar yang datang belakangan langsung mengajak Anas dan Andi bersalaman. Saat akan duduk, Nazar melihat hanya ada satu kursi yang tersisa di samping Anas.

Tiba-tiba Nazar meminta Andi agar berpindah tempat duduk di kursi kosong yang berada di samping Anas. Setelah itu, Nazar menduduki kursi yang semula menjadi tempat duduk Andi.

Dalam kasus ini, perusahaan Teuku Bagus merupakan pemenang proyek Hambalang. PT Adhi Karya disebut telah menggelontorkan sejumlah uang memuluskan perusahaan itu sebagai pemenang proyek Hambalang.

Dalam dakwaan pertama, Bagus didakwa korupsi bersama-sama Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen, Andi Alfian Mallarangeng, dan Machfud Suroso selaku Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, serta bersama-sama Wafid Muharam, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng, Muhammad Fakhruddin, Lisa Lukitawati Isa, Muhammad Arifin, dan Paul Nelwan.

Perbuatan Bagus telah memperkaya diri Rp4,532 miliar dan orang lain serta suatu korporasi. Uang itu berasal dari pembayaran proyek yang diterima oleh Kerjasama Operasi (KSO) Adhi Karya-Wijaya Karya (Adhi-Wika).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hambalang
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top