Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Kalah Sama Ahok, Menkes Dicuekin Saat Beri Sambutan Hari Kartini

Menkes Nafsiah Mboi berbicara di mimbar setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok juga menyampaikan sambutannya. Namun, tak lama berselang, suasana agak gaduh setelah beberapa anak kecil dan ibu-ibu mengerubuti meja Ahok.nn
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 30 April 2014  |  23:34 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dan Menkes Nafsiah Mboi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dan Menkes Nafsiah Mboi

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi didaulat untuk memberikan sambutan pada Peringatan Hari Kartini yang digagas Yayasan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Menkes Nafsiah Mboi berbicara di mimbar setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok juga menyampaikan sambutannya. Namun, tak lama berselang, suasana agak gaduh setelah beberapa anak kecil dan ibu-ibu mengerubuti meja Ahok.

Mereka berdiri tepat di belakang kursi Ahok sambil meminta foto bareng. Merasa fokus teralihkan dan tidak didengarkan, Nafsiah Mboi menyindir para hadirin yang notabene berasal dari kaum sosialita itu.

"Ini kok saya malah tidak didengarkan. Malah asik berfoto-foto," ujar Nafsiah sambil diam beberapa detik.

Hadirin yang mengerubuti Ahok pun bubar satu per satu dan kembali duduk di tempat masing-masing. "Ini acara penting lho... Oke saya lanjutkan," ujar Menkes.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan itu menyampaikan pentingnya kaum perempuan menghindari rokok. Dia mengatakan rokok saat ini bukan lagi gaya hidup kalangan lelaki saja, tapi kaum perempuan pun banyak kecanduan rokok.

Dia menyebut, angka perokok perempuan semakin hari bertambah banyak. Padahal, di Indonesia sejak 1995 telah didirikan Yayasan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT). "Maka inilah tugas kita semua," paparnya.

Dia menjelaskan saat ini angka perokok lelaki mencapai 68% dari jumlah penduduk Indonesia. Sementara angka perokok perempuan diperkirakan bisa mencapai 36%.

Untuk itu, katanya, pada momen peringatan Hari Kartini, Yayasan WITT diharapkan bisa menurunkan angka perokok perempuan. Selain berbahaya bagi diri sendiri, rokok juga menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu dan anak.

Nafsiah khawatir rokok berdampak pada kecanduan narkoba yang juga tak jarang dikonsumsi perempuan. Jika keduanya sudah menjadi candu bagi kaum perempuan, tidak menutup kemungkinan akan jadi candu pada anaknya kelak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top