Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AWAL PUASA RAMADAN 2014: Muhammadiyah Mulai Berpuasa 27 Juni. Bisakah Serentak?

Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan tahun ini jatuh pada 27 Juni 2014.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 30 April 2014  |  06:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan tahun ini jatuh pada 27 Juni 2014.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin di gedung PP Muhammadiyah, Selasa malam (29/4/2014).

"Awal malam pertama Ramadan menurut Muhammadiyah jatuh pada 27 Juni," katanya.

 

Pertanyaannya sekarang, apakah tahun ini puasa Ramadan dilakukan secara serentak atau tidak? Sudah menjadi rahasia umum, dalam beberapa tahun terakhir, puasa Ramadan di Tanah Air dimulai dalam waktu yang berbeda.

Namun indikasi penyatuan metode menentukan tibanya awal Ramadan, terbuka lebar dengan adanya metode astrofotografi.

Persatukan Hisab & Rukyat

Menurut Ketua Umum MUI Din Syamsuddin, metode Astrofotografi bisa menjadi "jembatan" atau jalan tengah bagi hisab (perhitungan matematis) dan rukyat (melihat bulan sabit secara kasat mata) dalam penentuan awal Ramadhan dan Syawal (Idul Fitri).

"Astrofotografi (astronomi terekam secara foto/video) itu jalan keluar terbaik, asalkan umat mau menerima rukyat bil ilmi (rukyat secara iptek) itu," katanya pada pembukaan workshop Jalan Tengah Hisab-Rukyat Melalui Teknik Astrofotografi di Surabaya, Sabtu (26/4/2014).

 

Legault menjelaskan rukyat dalam Bahasa Arab sendiri bukan hanya berarti melihat secara kasat mata, namun melihat secara mengetahui.

 

Dalam workshop yang dibuka Mendikbud Mohammad Nuh dan dihadiri pakar Astrofotografi kelas dunia dari Prancis, Thierry Legault, ia menjelaskan rukyat dalam Bahasa Arab sendiri bukan hanya berarti melihat secara kasat mata, namun melihat secara mengetahui.

"Jadi, rukyat itu bisa bil ilmi (dengan pengetahuan/iptek) dan metode astrofotografi itu hakekatnya merupakan rukyat bil ilmi juga," kata Din.

Dalam kesempatan itu, pakar Astrofotografi kelas dunia dari Prancis, Thierry Legault, menjelaskan alat astrofotografi itu bisa diprogram secara computerized untuk mengarah kepada objek tertentu, lalu alat itu akan mengikuti pergerakan objek sesuai keinginan pengguna alat.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

awal puasa ramadan 2014
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top