Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

India Uji Coba Rudal Anti Balistik

India berhasil melakukan uji coba satu rudal anti-balistik Ahad yang mampu mencegat target-target di luar atmosfir bumi, satu langkah besar dalam pengembangan satu sistem pertahanan yang hanya dimiliki sejumlah kecil negara.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 28 April 2014  |  05:52 WIB
India uji coba anti rudal balistik - JIBI
India uji coba anti rudal balistik - JIBI

Bisnis.com, BHUBANESWAR, India -  India berhasil melakukan uji coba satu rudal anti-balistik Ahad yang mampu mencegat target-target di luar atmosfir bumi, satu langkah besar dalam pengembangan satu sistem pertahanan yang hanya dimiliki sejumlah kecil negara.

India yang memiliki perbatasan dengan negara-negara nuklir China dan Pakistan akan mengembangkan sistem pertahanan rudal dua deretan bertingkat yang bertujuan untuk membantu satu perisai multi-lapis terhadap serangan rudal balistik.

"Uji coba ini adalah bagian dari sistem pertahanan rudal balistik yang sedang kami kembangkan..." kata Ravi Kumar Gupta, juru bicara Organisasi Riset dan Pembangunan Pertahanan (DRDO).

"Missi itu telah selesai dan parameter pencegatan telah berhasil." Sistem itu bertujuan untuk menghancurkan satu rudal yang datang pada jangkauan lebih tinggi di lapisan atmsofir bumi yang paling jauh.

Kini hanya sejumlah kecil negara termasuk Amerika Serikat, Rusia dan Israel yang memiliki sistem rudal anti-balistik.

India, China  dan Pakistan semuanya adalah negara nuklir.

India terlibat tiga kali perang dengan Pakistan dan nyaris terlibat perang keempat pada tahun 2001.India kalah dalam perang singkat perbatasan dengan China pada 1962 dan sejak itu telah berusaha meningkatkan pertahanannya.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, New Delhi menuduh China  melakukan ratusan gangguan sepanjang perbatasan mereka yang disengketakan itu. Akan tetapi, China membantah memasuki wilayah India.

Kekhawatiran bertambah karena China  menguasai Samudra India dan keterlbatannya dalam membangun sejumlah pelabuhan dari Gwadar Pakistan sampai Chittagong di Bangladesh.

Sehubungan dengan perubahan-perubahan dalam situasi geopolitik dari tetangganya, banyak pengamat memperkirakan peninjauan kembali doktrin nuklir India yang prinsip pusatnya adalah New Delhi bukan menjadi negara pertama menggunakan senjata-senjata nuklir dalam satu konflik.

Partai Bharatiya Janata Party (BJP),yang diduga kuat akan membentuk pemerintah baru setelah pemilu nasional Mei, berjanji akan meninjau kembali doktin itu, tetapi mengesampingkan menjadi pihak yang pertama menggunakan senjata-senjata nuklir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi nuklir

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top