Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJS Ketenagakerjaan Sulama Kembalikan 7% Iuran Untuk Kualitas Pekerja

Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi dan Maluku (Sulama) akan mengalokasikan 7% dari iuran pekerja informal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas para pekerja tersebut.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 23 April 2014  |  18:19 WIB
Ilustrasi-Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan - jamsostek.co.id
Ilustrasi-Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan - jamsostek.co.id

Bisnis.com, MAKASSAR—Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi dan Maluku (Sulama) akan mengalokasikan 7% dari iuran pekerja informal untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas para pekerja tersebut.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulama Arief Budiarto menyampaikan langkah tersebut diharapkan mampu lebih mendorong pekerja informal untuk mendaftarkan diri dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain itu, pihaknya telah menggandeng sejumlah asosiasi pekerja sektor informal di Sulama untuk pemanfaatan utilitas 7% iuran yang dibayarkan para pekerja.

“Jadi skemanya itu asosiasi menghimpun para pekerja informal bidang yang sama, kemudian total iuran yang dibayar tiap bulan akan disisihkan 7% untuk mendukung kegiatan para pekerja yang tergabung dalam asosiasi,” kata Arief, Rabu (23/4/2014).

Sejauh ini, lanjutnya, persentase pekerja informal di wilayah Sulama hanya 10% dari total kepesertaan yang mencapai sekitar 350.000 tenaga kerja.

Minimnya pekerja informal yang terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan itu disebabkan masih lemahnya informasi terkait manfaat jika terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami berharap pada tahun ini, 70% pekerja informal berbagai sektor di Sulama sudah masuk dalam kepesertaan,” ucap Arief.

Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan akan lebih intensif mensosialisasikan program return to work (RTW), yaitu membantu biaya pemulihan peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

Program tersebut dilaksanakan melalui jalinan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit serta diperuntukkan bagi seluruh pekerja formal maupun informal yang masuk dalam kepesertaan.

“Sejauh ini, sudah ada beberapa rumah sakit yang menjadi mitra kami, khusus di wilayah Sulama masih terbatas di Makassar yakni RS Wahidin SH dan RS Ibnu Sina. Ke depannya akan kami perluas di kota lain yang masuk dalam wilayah kerja Sulama,” papar Arief.

Tahun ini BPJS Ketenagakerjaan Sulama menargetkan pendapatan iuran kepesertaan program jaminan sosial tenaga kerja mencapai Rp620 miliar
hingga akhir tahun.

Sementara itu, jaringan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Sulama memiliki delapan kantor cabang dan sembilan kantor cabang perintis di sejumlah kota di Sulawesi maupun Maluku.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs ketenagakerjaan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top