Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kertajati Aero City: Lahan Dikuasai Pejabat Majalengka, Harga Mulai Melambung

Ketua REI Jabar Yana Mulyana mengatakan harga tanah di wilayah yang akan dijadikan kawasan Kertajati Aero City tersebut mulai melambung karena telah dikuasai sejumlah pejabat di Majalengka.
Rani Fadila
Rani Fadila - Bisnis.com 23 April 2014  |  11:40 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG –- Real Estat Indonesia (REI) wilayah Jawa Barat meminta pemerintah pusat dan provinsi Jabar memproteksi harga tanah di kawasan yang akan dijadikan kawasan Kertajati Aero City.

Ketua REI Jabar Yana Mulyana mengatakan harga tanah di wilayah yang akan dijadikan kawasan Kertajati Aero City tersebut mulai melambung karena telah dikuasai sejumlah pejabat di Majalengka.

“Beberapa tanah telah dikuasai pejabat setempat. Mereka membeli tanah milik masyarakat dengan harga murah lalu dijual kepada kami dengan harga tinggi,” katanya kepada Bisnis, Rabu (23/4).

Yana mengungkapkan harga tanah di kawasan Kertajati Aero City sudah mencapai ratusan ribu rupiah permeter. Padahal, para pejabat setempat membeli tanah dari masyarakat hanya seharga puluhan ribu rupiah permeter.

Yana menilai pemerintah seharusnya sudah mengantisipasi jual beli tanah antara masyarakat setempat dan pihak tertentu saat menggulirkan rencana pembangunan Kertajati Aero City. Hal ini untuk menghindari permainan harga tanah di kawasan tersebut.

Menurut Yana, tanah di kawasan yang akan dibangun Kertajati Aero City didominasi oleh tanah adat yang belum memiliki sertifikat, melainkan hanya berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) atau surat girik.

“Harusnya tidak boleh ada transaksi di lahan yang akan dibangun proyek pemerintah. Pengawasan oleh pemerintah dalam memproteksi tanah di kawasan Kertajati Aero City belum terlihat,” ucapnya.

Untuk mencegah harga tanah semakin tinggi, Yana berharap pemerintah bersedia menjadi bank tanah. Dia memprediksi harga tanah di kawasan tersebut akan terus melambung seiring dengan pembangunan proyek yang dilaksanakan dalam jangka waktu panjang.

Yana pun meminta pemerintah untuk segera memberikan kepastian waktu pembangunan Kertajati Aero City agar REI bisa segera membeli tanah. Saat ini, hanya sebagian kecil pengembang yang telah membeli tanah di kawasan tersebut.

“Selagi harga tanah belum terlalu tinggi, pemerintah sebaiknya memberi kepastian kapan kawasan Kertajati Aero City mulai dibangun. Dengan demikian pengembang bisa membeli tanah segera,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jabar Agung Suryamal Sutisno. Dia mengatakan harga di kawasan Kertajati Aero City yang akan dibangun kawasan industri mulai melambung karena telah dikuasai pihak kedua yang bukan pemilik asli tanah.

Untuk menghindari permainan harga tanah, Agung meminta pemerintah pusat dan provinsi untuk membebaskan lahan Kertajati Aerocity sehingga kawasan itu menjadi kawasan yang siap bangun. Jika tidak memungkinkan, pemerintah diminta untuk menentukan stadar harga tanah sehingga tidak dimainkan oleh pihak tertentu.

“Proyek Kertjati Aero City merupakan proyek jangka panjang sehingga pasti harga tanah akan semakin melambung, apalagi jika telah dikuasai pihak tertentu. Dengan demikian, kami minta pemerintah bmembuat ketetapan harga tanah di kawasan itu,” ucapnya.

Agung menuturkan pihaknya telah merancang konsep kawasan industri di Kertajati Aero City yang mendapat porsi 36% atau 1.268 hektare dari 3.200 hektare total luas lahan Kertajati Aerocity. Menurutnya, kawasan industri Kertajati Aero City akan dibangun dengan konsep berbeda dari kawasan industri yang telah ada di Jabar.

“Kawasan industri nantinya berkonsep nonpolutan dan limbahnya pun merupakan limbah kering sehingga tidak menambah polusi di Jabar,” katanya.

Selain itu, kawasan industri Kertajati Aero City juga akan menjadi kawasan industri berteknologi tinggi yang diisi oleh industri seperti telekomunikasi dan elektronik.

Sementara itu, konsep hunian Kertajati Aero City akan dibuat menjadi sebuah kota terpadu mandiri yang dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti saranan pendidikan dan sarana kesehatan. Dalam konsep kota terpadu mandiri tersebut, REI Jabar akan menerapkan konsep hunian berimbang, terdiri dari hunian mewah, menengah, dan sederhana dengan pertimbangan kehadiran berbagai golongan pekerja di Kertajati Aero City.

Jenis hunian yang akan dibangun didominasi oleh hunian vertikal. Selain perumahan, REI Jabar juga akan membangun hotel sebagai penunjang bandara. (K10)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kertajati bandara kertajati
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top