Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vietnam Bakal Lelang Kredit Macet Rp13,8 Triliun

Perusahaan pengelola aset Vietnam berencana untuk menjual kredit macet dari bank pada kuartal III/2014. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk merombak sistem perbankan dan menggenjot pertumbuhan ekonomi Vietnam.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 23 April 2014  |  00:35 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, HANOI - Perusahaan pengelola aset Vietnam berencana untuk menjual kredit macet dari bank pada kuartal III/2014. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk merombak sistem perbankan dan menggenjot pertumbuhan ekonomi Vietnam.  

Pemerintah membentuk sebuah perusahaan pengelola aset atau yang dikenal denganVAMC untuk mengelola kredit macet dan membuat bank mampu memberi pinjaman kembali. VAMC mengelola sekitar 45 triliun dong (US$1,2 miliar) atau Rp13,8 triliun kredit macet.

“Kami juga berencana untuk kembali lebih dari 15 triliun dong lagi selama kurun April-Juni tahun ini,” kata Wakil Ketua VAMC Nguyen Quoc Hung di Hanoi, Selasa (22/4/2014).

Hung berharap pihaknya mampu menjual kredit macet perbankan itu setidaknya pada kuartal satu atau dua tahun ini. Lebih lanjut, dirinya akan membuat daftar prioritas aset kredit macet sebelum menjualnya ke publik.

Pemerintah Vietnam tengah berupaya menggenjot ekonomi di tengah meningkatnya kredit macet perbankan. Akibatnya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam melaju 5,4% tahun ini.

Tidak hanya itu, peningkatan kredit macet tersebut juga memicu bank sentral Vietnam memangkas suku bunga acuan.

“Sejauh ini, pembeli yang tertarik masih masyarakat lokal. Kami akan berusaha untuk menarik pembeli asing,” tambahnya.

Namun, Direktur Manajer untuk Asia Tenggara Capital Services Group John Sheehan mengemukakan VAMC tidak akan mampu menjual kredit macet mendekat nilai aset sebenarnya.

“Investor asing akan berpartisipasi jika penjualan secara terbukandan tentunya dengan sistem penawaran yang transparan,” ucap Sheehan.

Moody’s Investors Service memprediksi kredit macet perbankan Vietnam mencapai 15% dari total pinjaman perbankan. Tetapi, bank sentral membantah pernyataan lembaga pemeringkat utang dunia itu dengan menyebutkan kredit macet telah turun menjadi 3,63% pada 2013.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank sentral vietnam ekonomi vietnam

Sumber : Bloomberg

Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top