Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMILU PRESIDEN 2014: Koalisi Indonesia Raya Persempit Gerak Koalisi PDI-P

Usulan pembentukan Koalisi Indonesia Raya yang disuarakan oleh politisi PAN Amien Rais mengisyaratkan koalisi yang dibangun oleh Gerindra makin menguat.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 18 April 2014  |  13:39 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - Usulan pembentukan Koalisi Indonesia Raya yang disuarakan oleh politisi PAN Amien Rais mengisyaratkan koalisi yang dibangun oleh Gerindra makin menguat.Sebaliknya membuat koalisi PDI-Perjuangan kian tersudut."Saya kira pernyataan Amien tentang Koalisi Indonesia Raya juga semakin menegaskan arah koalisi PAN dengan Gerindra. Sebaliknya PDIP makin tersandera," kata Pengamat politik Universitas Indonesia, Agung Suprio kepada Antara.Amien Rais mengusulkan pembentukan Koalisi Indonesia Raya yang tidak terpaku pada koalisi partai Islam namun juga menarik kekuatan partai nasionalis. Dia menilai koalisi poros tengah tidak akan mampu memikul beban bangsa seorang diri.Usulan pembentukan Koalisi Indonesia Raya dilontarkan Amien dalam pertemuan tokoh dan pimpinan partai Islam di Cikini, Kamis (17/4) malam. Menurut Amien, koalisi dikotomi partai poros tengah dengan partai nasionalis sudah tidak relevan diperjuangkan, karena saat ini partai Islam juga nasionalis dan partai nasionalis juga memiliki kader agamis.Menurut Agung, gagasan pembentukan Koalisi Indonesia Raya oleh Amien Rais itu merupakan wujud pilihan realistis bagi Hatta Rajasa dan Amien Rais.Agung berpendapat, peluang Hatta bersanding dengan capres Golkar Aburizal Bakrie akan kandas karena Aburizal Bakrie telah menyatakan ingin didampingi pasangan yang berasal dari daerah Jawa, sedangkan Hatta berdarah Sumatra.Sementara itu, jika Hatta berpasangan dengan Joko Widodo, maka niatnya akan terganjal oleh sentimen negatif tokoh PAN lain yakni Amien Rais terhadap Joko Widodo (Jokowi)."Tugas Hatta adalah meluaskan basis dukungan dari Demokrat, dan di sisi lain PDI-P atau Jokowi tersandera oleh 'kuncian politik' seperti ini," katanya.Agung menakar, figur-figur yang memiliki loyalis di partai sudah mengunci pintu untuk tidak berkoalisi dengan PDI-P, seperti Rhoma Irama di PKB dan Amien Rais di PAN. Sementara dengan Partai Demokrat, ada kesenjangan antara SBY dan Mega."Dalam konteks ini, Hatta tinggal merebut hati SBY dari bujukan Partai Golkar".MAKIN SEMPITDia menilai, jika Koalisi Indonesia Raya Amien Rais ini disetujui oleh Partai Gerindra, Demokrat dan partai poros tengah, maka pilihan cawapres PDIP makin sempit."Bisa jadi PDI-P menyodorkan kader internalnya sendiri untuk menjadi cawapres Jokowi".Capres PDIP Jokowi sendiri pernah berseloroh, apabila partainya hanya berkoalisi dengan Partai Nasdem ("koalisi ramping") itu sudah cukup, meskipun tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai lain. PDI-P juga pernah menekankan ingin menciptakan pemerintahan yang profesional.Menyikapi ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah meminta PDI-P berhati-hati dalam menentukan langkah."Kalau pada detik terakhir Nasdem tidak menandatangani kesepakatan koalisi itu bagaimana. Maka harus berhati-hati," katanya.Selain itu, Fahri menilai koalisi ramping terlampau berisiko di mana pemerintahan baru nanti akan sulit berjalan karena mendapat tekanan parlemen."Pak Jokowi itu tidak mengerti multipartai. Sekarang ini partai lebih banyak, sehingga mengelola DPR akan lebih sulit nantinya," tuturnya. (ant/yus)
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerindra amien rais
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top