Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PDB Kawasan OECD Tumbuh 1,5%

Kendati konsumsi swasta mulai terpacu pada 2013, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kawasan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) hanya mampu mencatatkan 1,5% pada tahun lalu.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 04 April 2014  |  17:47 WIB
Ilustrasi OECD
Ilustrasi OECD

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati konsumsi swasta mulai terpacu pada 2013, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kawasan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) hanya mampu mencatatkan 1,5% pada tahun lalu.

Laporan OECD yang dirilis Kamis (3/4) menunjukkan pertumbuhan PDB kuartal IV/2013 sekitar 0,5%, melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 0,7%. Hal tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan perusahaan sehingga mengurangi PDB hingga 0,1%.

“ Kontribusi konsumsi swasta naik 0,4%pada kuartal akhir tahun lalu dan penguatan net ekspor menyumbang 0,2% terhadap total PDB,” kata rilis OECD di Paris, Kamis (3/4).

Lebih lanjut, negara yang tergabung dengan OECD dan termasuk G7 masih memimpin PDB pada kuartal IV/2913. Sebanyak 3 negara G7 yaitu Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Inggris mencatatakan pertumbuhan PDB tertinggi yaitu 0,7% pada kuartal akhir tahun lalu.

OECD yang terdiri dari 34 negara ini, mengatakan faktor penyumbang terbesar pada pertumbuhan PDB Negeri Paman Sam adalah konsumsi swasta yaitu 0,6%, diikuti dengan net ekspor 0,2%. Perlambatan konsumsi pemerintah berkontribusi -0,2% terhadap PDB.

Sekadar informasi, ekonomi AS memang sempat mengalami penurunan signifikan akibat kebrutalan badai salju selama akhir tahun lalu dan awal tahun ini.

Pertumbuhan PDB Kanada terhitung stabil, melaju di angka 0,7% sedangkan AS dan Inggris melambat yaitu 1,0% dan 0,8% masing-masing pada kuartal III/2013.

Secara keseluruhan pertumbuhan PDB kawasan G7 melaju positif, meskipun masih dikategorikan melambat. Perancis dan Italia bahkan menguat menjadi 0,3% dan 0,1% pada kuartal akhir 2013, setelah terpuruk ke angka -0,1% pada kuartal sebelumnya.

Sekretaris Jenderal OECD Angel Guria mengakui pertumbuhan ekonomi mulai terlihat menguat di kawasan Eropa. Tetapi dirinya juga mengingatkan level utang pemerintah di beberapa negara Eropa masih terlalu tinggi.

“Konsolidasi fiskal akhirnya mulai mengakar, tetapi Eropa masih membutuhkan reformasi lebih lanjut untuk memperkuat ekonomi sehingga mampu mengacu penciptaan lapangan pekerjaan,” tambahnya. (Amanda K. Wardhani)

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oecd
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top