Krisis Listrik: Inalum Sulit Penuhi Permintaan Pemprov Sumut

PT Indonesia Asahan Alumunium, Inalum, kesulitan memenuhi permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengalihkan 135 MW pasokan listrik dari PLTA Asahan ke jaringan listrik Medan.
Demis Rizky Gosta | 02 April 2014 19:12 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Indonesia Asahan Alumunium, Inalum, kesulitan memenuhi permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengalihkan 135 MW pasokan listrik dari PLTA Asahan ke jaringan listrik Medan.

Menteri Perindustrian M. S. Hidayat menjelaskan Inalum telah memasok sekitar 90 MW listrik untuk kebutuhan konsumen di sekitar Medan sejak November.

Namun, bantuan pasokan listrik tersebut belum cukup. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta pasokan listrik tersebut ditambah menjadi 150 MW.

Inalum kesulitan untuk memenuhi permintaan tambahan pasokan listrik dari Pemprov Sumut karena bisa mengganggu kinerja perusahaan produsen alumunium tersebut.

“Saat ini kita pertimbangkan, agak berat karena akan mempengaruhi kinerja Inalum dan mengurangi kapasitas mesin,” kata Hidayat di Kantor Presiden, Rabu (2/4/2014).

Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan Pemprov Sumut telah lama meminta penambahan pasokan listrik untuk Medan kepada pemerintah pusat.

Selain meminta tambahan pasokan dari Inalum, Pemprov Sumut meminta pemerintah pusat menambah persediaan generator listrik diesel kepada pemerintah pusat.

“Pokoknya kita sudah minta, tapi memang belum. Nanti setelah 9 April kita akan koordinasi lagi. Pak Presiden targetkan dalam 2 bulan harus sudah selesai,” kata Gatot.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inalum, listrik sumut

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top