Puncak Titik Api di Sumsel Diprediksi Mei-Juni

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan memprediksi puncak titik api di daerah ini akan terjadi pada Mei - Juni 2014.
News Editor | 02 April 2014 09:40 WIB
Beberapa daerah itu akan menjadi perhatian khusus supaya dapat menekan titik api yang akan terjadi di Sumsel. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan memprediksi puncak titik api di daerah ini akan terjadi pada Mei - Juni 2014.

Puncak titik api di Sumsel ini terjadi karena pada bulan itu diperkirakan memasuki musim kemarau, sehingga titik api akan timbul, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto, di Palembang, Rabu (2/4/2014).

Pihaknya telah menyiapkan posko siaga bencana di daerah ini untuk mengantisipasi adanya titik api terutama pada daerah yang dinilai rawan akan titik panas itu.

Selain itu, BPBD Sumsel akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan, kata dia. Bahkan, pihaknya juga siap merekrut masyarakat setempat untuk menjadi warga peduli api.

Masyarakat peduli api tersebut nantinya akan menjadi ujung tombak dalam mengambil tindakan di lapangan bila terjadi kebakaran.

Umumnya titik api akan terjadi pada daerah rawan kebakaran, seperti lahan gambut, sehingga hal ini akan menjadi perhatian, kata dia pula.

Sejumlah daerah yang menjadi perhatian BPBD Sumsel dalam antisipasi penanganan bencana kebakaran karena terdapat lahan gambut tersebut, seperti di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir.

"Beberapa daerah itu yang akan menjadi perhatian khusus supaya dapat menekan titik api yang akan terjadi di Sumsel," ujar Yulizar Dinoto lagi.

Namun, dia berharap peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran hutan sehingga titik api tidak timbul di daerah ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hutan, kebakaran hutan

Sumber : antara
Editor : Fatkhul-nonaktif

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top