Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Badai Gillian Bisa Timbulkan Titik Api Baru di Riau

Komandan Operasi Terpadu Tanggap Darurat Asap Riau Syamsul Maarif mengatakan satuan tugas terus menggencarkan upaya pemadaman kebakaran untuk mengantisipasi dampak badai siklon tropis Gillian yang bisa mengakibatkan titik api muncul lagi di Provinsi Riau.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Maret 2014  |  15:04 WIB
Badai Gillian Bisa Timbulkan Titik Api Baru di Riau
Ilustrasi - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Badai siklon tropis Gillian diperkirakan akan membuat uap air di Riau tertarik ke arah selatan dalam tiga hari ke depan.

Komandan Operasi Terpadu Tanggap Darurat Asap Riau Syamsul Maarif mengatakan satuan tugas terus menggencarkan upaya pemadaman kebakaran untuk mengantisipasi dampak badai siklon tropis Gillian yang bisa mengakibatkan titik api muncul lagi di Provinsi Riau.

"Kami terus mengoptimalkan satgas udara dan darat untuk melakukan pemadaman. Selama ini pengeboman air atau water bombing sangat efektif selain operasi darat dan teknologi modifikasi cuaca," kata Syamsul Maarif dalam pernyataan persnya, Senin (24/3/2014).

Syamsul yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu mengatakan upaya pemadaman akan dibarengi dengan upaya penegakan hukum untuk mencegah munculnya kembali titik api kebakaran.

"Titik api harus benar-benar dipadamkan. Apalagi musim kemarau nanti diperkirakan akan lebih kering," ujarnya.

Operasi Terpadu Darurat Asap Riau tinggal memiliki waktu kerja sekitar 10 hari lagi dari target pemadaman yang diperintahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir Maret lalu.

Satgas Darat yang dipimpin Komandan Korem 031/WB Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto mendapat tambahan satu brigade pasukan TNI yang dibantu satgas udara menggunakan delapan helikopter bom air dan dua pesawat modifikasi cuaca.

Hanya saja, kata dia, upaya pemadaman bakal mengalami hambatan baru dengan adanya siklon tropis Gillian yang berada di Samudera Hinda, selatan Jawa bagian barat.

BMKG memprakirakan siklon ini mengakibatkan massa udara atau uap air di Riau tertarik ke arah selatan dalam kurun waktu tiga hari ke depan.

Meski begitu, BMKG memprediksi pada 28 Maret dan selanjutnya potensi hujan di wilayah Riau kembali turun dengan intensitas ringan hingga lebat.

Pantauan Satelit NOAA-18 pada Minggu (23/3) menunjukkan ada 12 titik panas atau hotspot di Riau.

Jumlah itu menyebar di Indragiri Hilir 3, Bengkalis 3, Dumai 2, Rokan Hilir 1, Meranti 1, Siak 1, Pelalawan 1 titik panas.

Sedangkan, dengan satelit Terra dan Aqua yang menggunakan sensor modis memantau titik api di Riau sekitar 51 titik berada di berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkalis.

Kemudian 27 titik panas lainnya terdeteksi berada di sejumlah kecamatan di Kota Dumai, meliputi Kecamatan Sungai sembilan, Dumai Barat, Bukit Kapur, dan Kecamatan Medang Kampai.

Selanjutnya 36 titik panas berada di Kabupaten Indragiri Hulu masing-masing di Kecamatan Kuala Cenaku, Gaung, Kemoas, Kerintang dan Pasir Penyu serta Kecamatan Rengat.

Di Kabupaten Kampar, satelit Terra merekam ada sebanyak 19 titik meliputi Kecamatan Tapung Hulu, Tapung, Koto Kampar, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Tengah dan Gunung Sahilan.

Titik panas juga terdeteksi di sejumlah wilayah kabupaten/kota lainnya di Riau kecuali Pekanbaru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan riau
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top