Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malang Diguncang Gempa Tektonik, Gunung Merapi Hujan Abu

Gunung Merapi embuskan asap solfatara dengan ketinggian kolom asap 1.500 meter pada Senin (10/3/2014), sehingga menyebabkan hujan abu tipis di wilayah Deles Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Maret 2014  |  11:50 WIB
 Gunung Merapi
Gunung Merapi

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Gunung Merapi embuskan asap solfatara dengan ketinggian kolom asap 1.500 meter pada Senin (10/3/2014), sehingga menyebabkan hujan abu tipis di wilayah Deles Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Deles berada di lereng timur Merapi yang berjarak sekitar enam hingga tujuh kilometer dari puncak gunung. Ketebalan abu kurang dari satu milimeter," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Subandriyo di Yogyakarta, seperti dikutip Antara, Senin (10/3/2014).

Embusan asap solfatara terjadi mulai pukul 06.54 WIB dan berlangsung secara terus menerus hingga pukul 07.08 WIB. Asap condong ke arah barat daya, tetapi abu turun di lereng timur karena pengaruh angin.

Menurut Subandriyo, embusan asap solfatara sudah kerap terjadi pascaletusan eksplosif Merapi pada 2010 karena terjadi proses pelepasan gas.

Dia menjelaskan embusan asap kali ini juga dipengaruhi oleh gempa tektonik di Malang Jawa Timur yang terjadi pada Minggu (9/3/2014) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Gempa tektonik itu mengguncang perut Merapi yang berisi magma. Akibat guncangan itu terjadi pelepasan gas yang menimbulkan embusan," katanya.

Pada puncak embusan, BPPTKG mencatat munculnya gempa vulkanik dalam. "Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Namun tidak ada pengaruh signifikan terhadap aktivitas gunung secara keseluruhan," katanya.

Embusan asap solfatara yang dipicu oleh gempa sudah pernah terjadi sebelumnya yaitu saat gempa Cirebon.

Meskipun demikian, BPPTKG tetap menyatakan status gunung api aktif yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut tetap aktif normal.

"Warga tidak perlu khawatir dan tidak perlu mengungsi. Aktivitas kegempaan sudah kembali normal. Namun warga tetap diminta waspada dan kami akan terus melakukan pemantauan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi

Sumber : Newswire

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top