Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Berhati-hati, Penyaluran Kredit Sumut Melambat

Penyaluran kredit perbankan di Sumatra Utara sepanjang tahun lalu mulai melambat, yakni 18,56% year on year dibandingkan pada 2012 23,49%.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 17 Februari 2014  |  13:39 WIB
Penyaluran kredit perbankan - Bisnis
Penyaluran kredit perbankan - Bisnis

Bisnis.com, MEDAN--Penyaluran kredit perbankan di Sumatra Utara sepanjang tahun lalu mulai melambat, yakni 18,56% year on year  dibandingkan pada 2012 23,49%.

Berdasarkan statistik perbankan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut dan Aceh, pada tahun lalu, penyaluran kredit perbankan Sumut mencapai Rp156 triliun dibandingkan dengan Rp127,05 pada 2012.

Perlambatan tersebut tejadi pada perbankan konvensional dan syariah di Sumut. Pertumbuhan kredit perbankan konvensional hanya tumbuh YoY 19,17% dan syariah 7,63%. Padahal, pada 2012, keduanya tumbuh masing-masing 22,5% dan 43,89%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut dan Aceh Hari Utomo menyebutkan berdasarkan sektor ekonomi, hanya pertambangan dan industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan kredit lebih tinggi dibandingkan dengan 2012.

"Sektor pertambangan tumbuh YoY 50%, dan industri pengolahan 24,47%. Pada 2012, pertambangan justru menurun 27,78%, sementara industri pengolahan tumbuh 16,17%," ujar Hari, Senin (17/2/2014).

Lebih lanjut, Hari memaparkan, terdapat delapan sektor yang mengalami perlambatan penyaluran kredit, di antaranya listrik, gas, dan air, serta pengangkutan, pergudangan, dan komunikasi.

Adapun, tiga sektor utama yang mendominasi tujuan penyaluran kredit di Sumut yakni perdagangan, hotel dan restoran 26,13% atau Rp40,76 triliun, industri pengolahan 20,87% atau Rp32,55 triliun, dan pertanian 16,78% atau Rp26,17 triliun.

Terpisah, Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut Edie Rizliyanto menuturkan, pada tahun ini pihaknya akan menjaga ekspansi kredit sesuai dengan proyeksi BI yakni 15%-17%.

"Kami akan berhati-hati karena BI dan OJK sudah memberikan sinyal tersebut. Ditambah, beberapa proyeksi analis masih mengindikasikan kemungkinan peningkatan suku bunga acuan, sehingga risiko kredit semakin tinggi," ujar Edie.

Pada 2013, ekspansi kredit Bank Sumut meski masih tumbuh, tapi melambat jauh dibandingkan dengan ekspansi pada 2012. Pada tahun lalu, Bank Sumut mencatat penyaluran mencapai Rp17,11 triliun atau hanya tumbuh 11,68% dibandingkan dengan 2012 Rp15,32 triliun.

Padahal, pada 2012, pertumbuhan kredit Bank Sumut mencpai 28,95% dibandingkan dengan 2011 Rp11,88 triliun. Pada tahun ini, Edie menyampaikan, pihaknya akan tetap fokus pada komitmen untuk penyaluran kredit UMKM dan sektor produktif.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 5 Sumatra Achmad Fauzi menekankan kepada perbankan yang berkantor pusat di Sumut agar ekspansi kredit tetap dijaga maksimal 17% pada tahun ini.

Adapun, untuk kantor cabang perbankan di Sumut, Achmad yakin sudah mendapatkan instruksi dari kantor pusat agar tak terlalu agresif.

"Namun, tidak tertutup kemungkinan pertumbuhan kredit di Sumut dapat melampaui 2013, dengan catatan kondisi perekonomian Indonesia lebih baik dari proyeksi. Pemilu dan perbaikan ekonomi global juga berpengaruh signifikan," pungkas Achmad.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit sumut
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top