Banjir DKI & Jateng, Ongkos Kirim Bunga dari Kota Batu Membengkak

Pengiriman bunga dan tanaman hias asal Kota Batu, Jawa Timur, terkendala banjir yang menimpa Jakarta dan sebagian kota di Jawa Tengah.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 26 Januari 2014  |  18:03 WIB
Banjir DKI & Jateng, Ongkos Kirim Bunga dari Kota Batu Membengkak
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, BATU - Pengiriman bunga dan tanaman hias asal Kota Batu, Jawa Timur, terkendala banjir yang menimpa Jakarta dan sebagian kota di Jawa Tengah.

Jakarta dan sebagian kota besar di Jateng seperti Solo, Yogyakarta, dan Semarang merupakan pasar potensial bagi petani bunga dan tanaman hias asal Kota Batu.

H. Sulkan, Ketua Asosiasi Petani Mawar Kota Batu, mengatakan pengiriman yang dilakukan menggunakan kendaraan maupun truk menjadi terhambat akibat banjir. Karena sejumlah jalur utama tidak bisa dilalui kendaraan menyusul tingginya genangan air.

“Karena itu solusinya adalah melakukan pengiriman melalui kereta api (KA) dari Stasiun Kota Baru Malang,” kata Sulkan di Batu, Minggu (26/1/2014).

Kendati konsekuensinya mengakibatkan biaya pengiriman menjadi membengkak. Ongkos sekali kirim bunga mawar dengan menggunakan KA adalah Rp2.500 per kg.

Sementara itu, pengiriman biasa dilakukan dalam bentuk ukuran koli, yakni satu koli sekitar 30 kg. Jika menggunakan pembungkus dari kardus berisi sekitar 750-1.200 tangkai mawar.

“Sedangkan kalau dibungkus dengan anyaman bambu (gedek) berisi 1.500 tangkai,” jelas dia.

Biaya belum termasuk ongkos kendaraan menuju stasiun di Malang sebesar Rp25.000 serta ongkos angkut sewaktu tiba di Jakarta Rp25.000. Setiap hari mawar asal Kota Batu yang dikirim ke Jakarta maupun sejumlah kota di Jateng dan Bai tersebut mencapai 20.000-25.000 tangkai.

Mawar yang dikirim tersebut berasal dari sedikitnya 60 hektare lahan yang dikelola oleh enam kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang petani.

“Pengiriman dilakukan oleh masing-masing individu [petani] yang sebagian besar dari mereka telah memiliki pasar sendiri-sendiri,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota batu, tanaman hias

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top