Ini Detektor Banjir Buatan Siswa SD

Dua orang siswa SD Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta, sibuk mengotak atik suatu benda, yang diberi nama detektor banjir.
Rahmayulis Saleh | 02 Desember 2013 14:14 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Dua orang siswa SD Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta, sibuk mengotak atik suatu benda, yang diberi nama detektor banjir.

Murid kelas 5 SD itu, membuat kreasi dan inovasi berupa alat yang bisa dipakai untuk memperingkatkan masyarakat sekitar tentang banjir, dan peningkatan debit air.

Benda yang terbuat dari paralon, klakson mobil atau motor, aki mobil, kabel, pelampung, lampu, dan sirine itu ditampilkan dalam Pameran Indonesian Science Festival (ISF) 2013, yang berlangsung 2-5 Desember di Kota Kasabalanka, Jakarta.

Kusro Suharmi, guru kelas 6 SD Al Azhar 13 Rawamangun, menuturkan detektor banjir ini cara kerjanya adalah saat air banjir plampungnya akan naik. Kemudian lampu kuning yang terletak di atas akan menyala, itu sebagai peringatan waspada, dan masyarakat siap berkemas.

"Bila banjir membesar, maka lampur merah akan menyala, dan sirine bersuara keras pun berbunyi. Masyarakat harus siap dan berkemas. Banjir tinggi lampu menyala merah, sirine besar. Penduduk harus segera tinggalkan lokasi. Alat ini juga bisa dipakai untuk peringatan bencana tsunami," ungkap Kusro, di sela-sela pameran di Jakarta, Senin (2/12/2013).

ISF merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2004. Tujuannya mengajak siswa agar menyenangi sains dan berkreasi, dengan menggunakan prinsip-prinsip sains, memperluas wawasan, pengembangan bakat, kreativitas, dan minat siswa dalam ilmu pengetahuan.

Elvira, Ketua Pelaksana Program ISF 2013, yang juga Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud, mengatakan tahun ini ISF mengangkat tema Persahabatan. Hal itu diwujudkan dalam bentuk pameran, juga Lomba Karya Kreativitas Sains Siswa yang bertema Kreasi Tanpa Batas.

Untuk lomba, katanya, sudah didapatkan 100 orang finalis siswa SD dari seluruh Indonesia. Terdiri dari 25 tim IPA (tema: Alat IPA Ciptaanku), dan 25 tim matematika (tema: Matematika dalam Permainanku). Setiap tim terdiri atas dua siswa.

Selain itu, lanjutnya, para guru juga mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran IPA dan Matematika yang menyenangkan. Pengumuman pemenang untuk kedua lomba tersebut akan berlangsung pada 5 Desember 2013.

Dia menuturkan Pameran ISF ini bertujuan untuk memamerkan hasil karya kreativitas para siswa tingkat SD, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengetahui hasil karya mereka. Selain itu disediakan pula panggung yang diisi oleh pertunjukan sains.

Tag : banjir dki
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top