Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Guru di Riau Pecahkan Rekor MURI

Sebanyak 1.569 guru sekolah dasar di Kabupaten Pelalawan dan daerah lain di Provinsi Riau, Minggu (24/11/2013) memecahkan rekor MURI untuk Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Terbanyak oleh Guru.
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 24 November 2013  |  20:23 WIB
Guru di Riau Pecahkan Rekor MURI
Bagikan

Bisnis.com, PELALAWAN, Riau — Sebanyak 1.569 guru sekolah dasar di Kabupaten Pelalawan dan daerah lain di Provinsi Riau, Minggu (24/11/2013) memecahkan rekor MURI untuk Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Terbanyak oleh Guru.

Ribuan guru tersebut berhasil memecahkan rekor pembuatan alat peraga sebanyak 9.778 buah, yang dikerjakan hanya dalam waktu 30 menit. Berdasarkan pantauan Bisnis di Lapangan Merdeka, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, ribuan guru itu membuat alat peraga dari sedotan dan merangkainya menjadi bangunan segitiga, kubus, dan bentuk lainnya.

Kegiatan ini adalah dalam rangka memeriahkan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2013, yang digagas oleh Tanoto Foundation.

Henry, Deputi Manager MURI, mengatakan rekor yang tercipta pada Minggu siang ini dicatatkan dengan nomor rekor 6.255.

"Bagi kami yang penting adalah guru-guru ini sudah bisa membuat alat peraga, sehingga nanti bisa mengimplementasikan ke siswa-siswanya," ujarnya, Minggu (24/11/2013).

Sihol Aritonang, Head of Tanoto Foundation (TF), mengatakan pemecahan rekor MURI ini adalah pemacu alias penambah semangat bagi TF untuk bisa berkarya lebih banyak lagi khususnya untuk peningkatan kualitas guru di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan tingkat kualitas sumber daya manusia di Pelalawan tidak terlepas dari tangan guru-guru ini juga.

"Pelalawan adalah salah satu lokasi dalam MP3EI. Oleh sebab itu, kami berharap kepada guru-guru di sini agar lebih giat lagi, membaca situasi dan kondisi untuk bagaimana menyiapkan SDM ke depan," ujarnya.

Sekda Provinsi Riau Zaini Ismail mengatakan program pemberantasan kebodohan menjadi salah satu program pokok Provinsi Riau ke depan.

"Tersedianya guru yang bermutu dan profesional juga menjadi agenda Riau," ujarnya.

Efriyanto, Sekretaris Unit Implementasi Kurikulum Pusat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, mengatakan pada periode 100 tahun Indonesia merdeka atau pada 2045, Indonesia diharapkan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketujuh di dunia.

"Pada saat 100 tahun Indonesia merdeka, manusia yang masuk usia kerja akan melimpah. Kalau ngga dilatih, ini malah bisa menjadi beban pembangunan," ujarnya.

Adapun acara ini juga turut dihadiri oleh Anderson Tanoto, anggota Board of Trustee Tanoto Foundation (yang merupakan anak keempat Sukanto Tanoto), Kadis Pendidikan Kabupaten Pelalawan MD Rizal, Ketua PGRI Pelalawan Muhammad Syafii, serta Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

guru
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top