Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Yakini Kesepakatan Fasilitasi Perdagangan Akan Tercapai

Bisnis.com, NUSA DUA— Kendati negara maju dan negara berkembang belum mengisyaratkan kesepakatan, pemerintah tetap optimistis isu fasilitasi perdagangan bisa terselesaikan dalam KTM WTO ke-9 pada 3-6 Desember 2013 di Bali.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 05 Oktober 2013  |  21:47 WIB
Pemerintah Yakini Kesepakatan Fasilitasi Perdagangan Akan Tercapai
Bagikan

Bisnis.com, NUSA DUA— Kendati negara maju dan negara berkembang belum mengisyaratkan kesepakatan, pemerintah tetap optimistis isu fasilitasi perdagangan bisa terselesaikan dalam KTM WTO ke-9 pada 3-6 Desember 2013 di Bali.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan terkait isu fasilitasi perdagangan, negara maju menginginkan kejelasan gagasan atau deliverable dari negara kurang berkembang (least development country/LDC’s) dan negara berkembang yang diberikan bantuan finansial.

“LDC’s dan negara berkembang, yang dipimpin oleh Nepal, harus dihimpun dan diberikan pemahaman mengenai apa yang harus mereka dilakukan. Menurut saya masih ada harapan untuk terselesaikan dalam 2 bulan menjelang pelaksanaan WTO,” kata Gita, Sabtu (5/10/2013).

Isu ini menjadi penyebab macetnya Putaran Doha karena hingga saat ini negara maju dan negara berkembang belum satu suara. Indonesia menyiapkan gagasan yang disebut Paket Bali (Bali Package) untuk mengatasi kebuntuan tersebut.

Bali Package fokus pada tiga hal, yakni paket untuk negara kurang berkembang (LDC’s Package), fasilitasi perdagangan, dan isu pertanian yang menyangkut public stockholding.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apec gita wirjawan Sidang WTO fasilitasi perdagangan
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top