Snowden Ditawari Kerja "Facebook" Rusia

Bisnis.com, MOSCOW - Pendiri jaringan sosial paling populer di Rusia VKontakte pada Kamis menawarkan pekerjaan kepada Edward Snowden, setelah pembocor rahasia intelijen AS itu meninggalkan bandar udara di Moskow karena sudah mendapatkan suaka di Rusia.
Fatkhul-nonaktif | 02 Agustus 2013 04:44 WIB

Bisnis.com, MOSCOW - Pendiri jaringan sosial paling populer di Rusia VKontakte pada Kamis menawarkan pekerjaan kepada Edward Snowden, setelah pembocor rahasia intelijen AS itu meninggalkan bandar udara di Moskow karena sudah mendapatkan suaka di Rusia.

"Hari ini Edward Snowden, sosok yang telah membuka kejahatan badan keamanan Amerika terhadap warga dunia, menerima suaka sementara di Rusia," kata Pavel Durov, salah satu pendiri jaringan itu pada tahun 2006, melalui tulisannya di halaman VKontakte miliknya, Jumat (2/8/2013).

"Kami mengundang Edward ke Petersburg dan kami akan sangat senang jika ia memutuskan untuk bergabung dengan tim impian para pembuat program VKontakte," tulis Durov yang berumur 28 tahun itu.

Usia muda Durov dan kadang-kadang pernyataan boros yang dikeluarkannya telah membuatnya disejajarkan dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

"Tidak ada perusahaan Internet lainya di Eropa yang lebih populer dibandingkan VK," kata Durov, mengacu pada kependekan nama jaringan sosial itu VKontakte menyombongkan anggotanya yang terdaftar sebanyak 210 juta orang dan berpusat di Saint Petersburg itu.

"Menurut saya, Edward akan tertari bekerja dalam bidang keamanan data pribadi jutaan pengguna jaringan kami." Snowden, mantan pegawai kontrak badan keamanan nasional Amerika Serikat NSA, telah berada di Rusia sejak 23 Juni lalu, yaitu ketika ia tiba dari Hong Kong setelah membocorkan rincian operasi-operasi penyadapan oleh AS di dunia.

Ia tinggal di wilayah peralihan bandara sampai hari Kamis, yaitu ketika Rusia memberikannya status suaka untuk satu tahun sehingga memungkinkannya untuk secara resmi melintasi perbatasan wilayah Rusia.

Sumber : Newswire

Tag : facebook, snowden
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top