Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Dikritik, Thailand Pangkas Harga Beras

PM Yingluck Shinawatra (wikipedia.org)BISNIS.COM, BANGKOK—Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra berisiko menuai kecaman dari para petani karena memangkas harga beras bersubsidi, setelah program tersebut dikritik mengancam keuangan Negeri
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 25 Juni 2013  |  17:58 WIB

PM Yingluck Shinawatra (wikipedia.org)

BISNIS.COM, BANGKOK—Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra berisiko menuai kecaman dari para petani karena memangkas harga beras bersubsidi, setelah program tersebut dikritik mengancam keuangan Negeri Gajah Putih.

Kabinet Thailand pada 19 Juni menyetujui pemangkasan harga jual beras sebesar 20% untuk membendung kerugian dari program yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar 137 miliar baht (US$4,4, miliar) pada tahun lalu.

Awal bulan ini, Moody’s Investors Service mengatakan subsidi menghalangi tujuan Thailand untuk mencapai keseimbangan anggaran pada 2017 dan juga tidak baik bagi peringkat kedaulatan negara tersebut.

“Jika pemerintah tidak mendengarkan suara petani, partai Pheu Thai akan kehilangan mereka sebagai perisai pelindung,” ujar Charin Sing-dee, Kepala Dewan Petani dari Provinsi Singburi, Selasa (25/6/2013).

Menurutnya, jika harga diturunkan, sama saja seperti mempermainkan nasib para petani.

Sejak menjabat sebagai pemimpin Thailand 2 tahun lalu, Yingluck menaikkan upah minimum, memberika insentif bagi para pembeli mobil pertama, dan membayar beras petani 50% lebih besar dari harga pasar domestik. Yingluck memperoleh basis suara dari Thailand utara yang didominasi penduduk miskin.

“Beban fiskal akibat program tersebut merupakan salah satu kekhawatiran besar para investor asing,” ujar Santitarn Sathirathai, ekonom Credit Suisse AG yang berbasis di Singapura. Tidak hanya berdampak pada biaya fiskal, program tersebut merusak insentif bagi warga Thailand.

Thailand, lanjut Sathirathai, telah memiliki cadangan tenaga kerja di berbagai sektor produktif dan program ini mengakibatkan lebih banyak penanaman beras oleh orang-orang yang seharusnya tidak melakukan hal itu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi Harga Beras thailand moodys investors service yingluck shinawatra
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top