Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LUMPUR LAPINDO: Korban Terus Kehilangan Hak Kesehatan dan Pendidikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) memantau sedikitnya ribuan warga korban lumpur Lapindo akhirnya kembali pindah secara terpaksa akibat luapan lumpur tersebut di tengah-tengah hilangnya hak atas kesehatan dan pendidikan mereka.
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 18 Mei 2013  |  12:55 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) memantau sedikitnya ribuan warga korban lumpur Lapindo akhirnya kembali pindah secara terpaksa akibat luapan lumpur tersebut di tengah-tengah hilangnya hak atas kesehatan dan pendidikan mereka.

Hal itu disampaikan Jatam menjelang peringatan 7 tahun peristiwa lumpur yang muncul akibat pengeboran yang dilakukan PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 Mei nanti. PT Lapindo dimiliki oleh pengusaha sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

"Dipindah paksa dari tempat mereka hidup. Menyusul [warga] lainnya yang langsung tergusur langsung sejak awal, namun ganti rugi seolah menyelesaikan seluruh persoalan," demikian Jatam dalam keterangan pers yang dikutip pada Sabtu, (18/5/2013).

Organisasi pemantau masalah tambang itu mengungkapkan gerakan menuntut keadilan korban lumpur Lapindo menyatakan tidak akan lupa dan mendesak pemerintah untuk memenuhi hak dasar. Jatam menilai hak-hak dasar yang diabaikan adalah kesehatan dan pendidikan, yang kian penting bagi generasi penerus warga di sana.

Sejak terjadinya pemboran sumur Banjar Panji 1 PT Lapindo Brantas pada Mei 2006, tercatat 11 desa pada tiga kecamatan di Sidoarjo tenggelam. Hal itu mengakibatkan sedikitnya 2.381 kepala keluarga atau 9.160 jiwa menjadi korban.

Jatam juga mencatat hak-hak dasar yang diabaikan adalah akses pendidikan yakni anak-anak sekolah terpaksa mencari sekolah sendiri yang jauh dari lingkungannya. Sedangkan yang lainnnya adalah soal kesehatan, yakni maraknya penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) maupun masalah pencernaan. (sep)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan pendidikan aburizal bakrie Munaslub Golkar lumpur lapindo korban sidoarjo
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top