Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SENGKETA WILAYAH: Nelayan Taiwan ditembak Pasukan Filipina

BISNIS.COM, TAIWAN-Taiwan menuntut penyelidikan bersama atas kematian seorang nelayannya di perairan yang menjadi sengketa kedua negara tersebut. Diduga kapal nelayan tersebut diserang oleh pasukan penjaga pantai Filipina.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 11 Mei 2013  |  07:53 WIB

BISNIS.COM, TAIWAN-Taiwan menuntut penyelidikan bersama atas kematian seorang nelayannya di perairan yang menjadi sengketa kedua negara tersebut. Diduga kapal nelayan tersebut diserang oleh pasukan penjaga pantai Filipina.

Wakil Menteri Coast Guard Taiwan, Cheng Chang-hsiung mengatakan Kapal nelayan itu penuh dengan 32 lubang peluru akibat penembakan kemarin.

"Hal ini tidak bisa diterima, dalam kondisi seperti apapun, tidak dibolehkan pasukan Filipina menembaki nelayan yang tidak bersenjata," kata Menteri Luar Negeri Taiwan David Lin ketika melakukan briefing bersama Cheng. Dia juga mengatakan kedua pihak harus mulai pembicaraan tentang penyelesaian sengketa perairan.

Penembakan yang terjadi di lepas pantai Provinsi Batanes di Laut Cina Selatan dapat mengobarkan ketegangan di wilayah yang dipersengketakan beberapa negara seperti Cina, Vietnam, Malaysia dan juga Filipina.

Laksamana Filipina Rodolfo Isorena, menyayangkan atas terjadinya kejadian ini dan akan melakukan penyelidikan.

Juru bicara Li Jia-fei mengatakan bahwa Presiden Taiwan Ma Ying-jeou meminta Pasukan Keamanan Laut Taiwan untuk menjamin keselamatan nelayan negaranya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan menuntut pemerintah Filipina menangkap orang yang bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada keluarga nelayan yang meninggal tersebut. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

filipina nelayan taiwan

Sumber : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top