Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRESIDEN PKS DITANGKAP: M. Assegaf Ditunjuk Sebagai Pengacara

JAKARTA—Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap sapi Impor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq menunjuk M Assegaf sebagai salah satu kuasa hukumnya.
- Bisnis.com 31 Januari 2013  |  15:53 WIB

JAKARTA—Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap sapi Impor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq menunjuk M Assegaf sebagai salah satu kuasa hukumnya.

Penunjukkan M Assegaf sendiri, berdasarkan atas surat kuasa yang ditujukan padanya, untuk menjadi pengacara Lutfi bersama Zainuddin Paru.

"Saya datang kesini untuk Luthfi Hasan Ishaq, karena saya ditunjuk menjadi pengacaranya," ujar Assegaf di kantor KPK  hari ini, Kamis (31/1/2013).

Menurutnya, meski sudah ditunjuk secara resmi, namun dirinya belum memegang surat yang diakuinya masih dipegang oleh Zainuddin Paru.

Assegaf mengatakan dengan penunjukkan itu, dirinya akan mendampingi Luthfi yang akan menjalani pemeriksaan KPK yang sedianya dijadwalkan pukul 09.00 WIB  itu.

Assegaf juga menyesalkan perlakuan KPK terhadap Luthfi yang dinilai seperti penggerebekan. Menurutnya, perlakuan tersebut berbeda dengan mantan Menpora Andi Mallarangeng yang tak langsung dijemput meski statusnya telah menjadi tersangka KPK. 

Apalagi, katanya, Luthfi merupakan Presiden PKS dan anggota Komisi I DPR.  Dalam kasus tersebut, Luthfi disebutkan akan didampingi oleh sembilan pengacara tim kuasa hukumnya.

Selain Assegaf, kuasa hukum Zainudin Paru juga mempertanyakan penetapan status tersangka kepada kliennya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, yang dinilai tidak sesuai dengan hukum acara, karena terlalu cepat.

Seharusnya, katanya, sebelum ditetapkan menjadi tersangka seseorang ditetapkan menjadi saksi terlebih dahulu, atau dipanggil untuk dimintai keterangan. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top