Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR MOTOR ASEAN: Permintaan Susut 6,8% Tahun lalu

JAKARTA--Permintaan kendaraan bermotor roda dua di kawasan Asean,  menyusut 6,8% pada tahun lalu, dengan hanya mencatatkan angka penjualan sebanyak 10,5 juta unit.Merosotnya penjualan di kawasan Asean disebabkan oleh anjoknya permintaan di Indonesia
- Bisnis.com 31 Januari 2013  |  13:39 WIB

JAKARTA--Permintaan kendaraan bermotor roda dua di kawasan Asean,  menyusut 6,8% pada tahun lalu, dengan hanya mencatatkan angka penjualan sebanyak 10,5 juta unit.

Merosotnya penjualan di kawasan Asean disebabkan oleh anjoknya permintaan di Indonesia dan Filipina, yang masing-masing minus 11,2% dan 3,9%.

Kendati mengalami penurunan penjualan paling tajam, Asean Automotive Federation (AAF) dalam situs resminya masih menempatkan Indonesia di peringkat pertama di pasar sepeda motor Asean, dengan  total 7,14 juta unit.

Peringkat kedua ditempati Thailand, dengan total penjualan mencapai 2,13 juta unit atau tumbuh 6,1% dibandingkan pencapaian 2011 yang membukukan angka 2 juta unit.

Filipina berada di urutan ketiga, dengan total penjualan motor sebanyak 702.599 unit, turun dibandingkan dengan realisasi penjualan 2011 yang sebanyak 731.130.

Penjualan sepeda motor di Negeri Jiran pada tahun lalu menembus 539.753 unit atau tumbuh 8,7% dibandingkan 2011 yang sebanyak 494.586. Pencapaian tersebut menempatkan Malaysia di posisi keempat di pasar Asean.

Terakhir adalah Singapura, dimana pertumbuhan penjualan motornya merupakan yang paling tinggi, sebesar 23,3%. Akan tetapi angka penjualannya masih terlalu kecil jika dibandingkan negara-negara tetangganya, yakni hanya 9.923 unit.

AAF juga merilis data produksi motor di kawasan Asean yang turun 4,4% menjadi 10,8 juta unit dari sebelumnya 11,3 juta unit pada 2011.

Selaras dengan penyusutan angka penjualan, produksi motor di Indonesia anjlok 11,6% menjadi 7,07 juta unit dari 8 juta unit pada 2011.

Begitu pula dengan Filipina, produksi motornya turun 22,9% menjadi 762.947 unit dari 588.292 unit.

Sebaliknya, produksi motor Thailand dan Malaysia justru tumbuh poisitf, masing-masing 27,6% dan 9%. Industri motor Thailand mencatatakan angka produksi 2,6 juta unit, sedangkan industri motor Malaysia sebanyak 543.088 unit.

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), mensinyalir kontraksi di pasar sepeda motor Indonesia disebabkan oleh sejumlah faktor, a.l. penurunan harga komoditas di pasar internasional serta kebijakan penaikan uang muka (down payment/DP) pembiayaan konvensional di dalam negeri.

“Kalau melihat pasar [sepeda motor] pada semester I/2012 market sebenarnya sudah turun sekitar 5% seiring dengan penurunan harga komoditas. Lalu dengan adanya aturan DP reguler, semakin melengkapi penurunan menjadi sekitar 12%,” jelasnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Sementara itu, Thomas A. Wijaya, Deputy General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM), menambahkan penurunan harga komoditas, yang terjadi sejak semester II/2012, juga turut memicu perlambatan permintaan motor, terutama di luar Pulau Jawa.

Data AISI 2012 mencatat Honda masih mendominasi pasar motor nasional, dengan penguasaan pangsa pasar 57,3%. Kemudian diikuti oleh Yamaha 34,7%, Suzuki 6,52%, Kawasaki 1,84%, dan TVS 0,26%.

Menurut Sigit, kondisi pasar sepeda motor nasional pada tahun ini kemungkinan masih akan sama dengan tahun lalu. Bahkan, kontraksi diperkirakan akan semakin tajam dengan diberlakukannya ketentuan DP syariah, yakni bisa negatif 15%. (if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top