Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR AUSTRALIA: Berpotensi Ancam Perekonomian

SYDNEY-Bencana banjir yang melanda Australia bagian timur mengancam perekonomian karena pasokan barang terganggu dan dampak kerugian yang ditimbulkannya berpotensi membebani anggaran federal.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Januari 2013  |  16:10 WIB

SYDNEY-Bencana banjir yang melanda Australia bagian timur mengancam perekonomian karena pasokan barang terganggu dan dampak kerugian yang ditimbulkannya berpotensi membebani anggaran federal.

Bencana di Queensland dan New South Wales yang berkontribusi hingga separuh dari perekonomian Negeri Kanguru itu telah memaksa ribuan orang mengungsi dan mengakibatkan kerusakan senilai jutaan dollar.

Lebih dari 3.000 bangunan terendam air di Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, sedangkan di Bundaberg, pasukan militer membantu mengevakuasi lebih dari 7.500 orang termasuk pasien dari rumah sakit setempat.

Meskipun tidak separah banjir dan badai yang menerpa Australia 2 tahun yang lalu, Menteri Keuangan Australia Wayne Swan mengatakan kerugian bencana kali ini dapat berdampak terhadap anggaran federal.

“Dari perspektif nasional bencana ini tidak parah di semua tempat atau separah banjir dan topan Yasi pada 2011. Namun ini baru beberapa hari. Nanti kita perhitungkan kerugiannya setelah banjir surut,” kata Stephen Walters, kepala ekonom JPMorgan Chase & Co.

Walters mengatakan kombinasi dari Yasi dan banjir yang menyertainya menekan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebanyak 1%. “Kemungkinan, banjir kali ini akan menekan sebanyak 0,3%”. (Ahmad Puja Rahman Altiar/yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top