Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AJB Bumiputera 1912 Minta DPR Awasi Kasus investasi Optima Kharya

JAKARTA-Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 meminta Komisi III DPR RI mengawasi penanganan kasus dugaan penggelapan dana investasi dan hasil investasi senilai Rp424 miliar oleh menuntut PT Optima Kharya Capital Management. Pasalnya, penanganan kasus
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Januari 2013  |  18:09 WIB

JAKARTA-Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 meminta Komisi III DPR RI mengawasi penanganan kasus dugaan penggelapan dana investasi dan hasil investasi senilai Rp424 miliar oleh menuntut PT Optima Kharya Capital Management. Pasalnya, penanganan kasus tersebut oleh Badan Reserse dan Kriminal Polri dinilai berlarut-larut.

 
Kuasa hukum AJB Bumiputera Etza Imelda Fitri mengatakan pihaknya menuntut PT Optima Kharya Capital Management (PT OKCM) segera mengembalikan dana investasi berikut hasil investasi milik Bumiputera yang dikelola PT OKCM.
 
"Agar mengembalikan hasil investasi dan modal investasi yang ditepatkan dalam underlying reksadana obligasi dan saham maupun obligasi milik Bumiputera yakni sebesar Rp294 miliar dan US$3 juta sejak 2007 hingga 2011. Total dana adalah sebesar Rp424 miliar," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Al Muzzammil Yusuf, Selasa (29/1).
 
Etza menuturkan penanganan kasus penggelapan dana investasi oleh PT OKCM ini telah masuk pada proses penyidikan di Bareskrim Polri. Pada 14 Maret 2012, Bareskrim telah menetapkan mantan Direktur Utama dan mantan Financial Controller PT OKCM.
 
Meski demikian, lanjutnya, PT OKCM belum mengembalikan dana investasi berikut hasil pengembangannya.
 
"Kami meminta Komisi III DPR RI mengawasi kasus ini, karena kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana mengingat kasus ini sudah sangat lama," ujarnya. (Faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Farodlilah Muqoddam

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top