Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI AL QURAN: Priyo Budi Santoso mengaku tak tahu

JAKARTA--Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso menyatakan siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika dibutuhkan terkait kasus korupsi pengadaan Alquran yang menjadikan politisi Golkar, Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka. 
- Bisnis.com 29 Januari 2013  |  17:13 WIB

JAKARTA--Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso menyatakan siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika dibutuhkan terkait kasus korupsi pengadaan Alquran yang menjadikan politisi Golkar, Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka. 

 
 
Kendati demikian, dia mengaku keberatan karena sama sekali tidak terkait dalam kasus pengadaan Alquran dan laboratorium komputer di Kementerian Agama.
 
"Terus terang saya keberatan karena tak ada kaitannya. Tapi kalau akhirnya saya diundang, saya akan patuhi," kata Priyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Selasa (29/1). Sebelumnya politisi Golkar Yorris Raweyae mengatakan tudingan itu bisa memicu badai politik tahun ini.
 
Priyo memastikan 100% dirinya tidak tahu perihal isi dakwaan Jaksa untuk Zulkarnaen. Dia pun meminta semua pemberitaan mengenai kasus tersebut diluruskan.
 
"Kali ini percaya pada saya, bahwa saya tidak tahu menahu. Saya sama sekali tak ada kaitan dengan kasus itu. 100% saya tak tahu dan tak ada kaitan," kata Priyo mengulangi lagi.
 
Priyo menjelaskan, dirinya sendiri adalah pimpinan DPR yang membidangi politik, hukum dan keamanan. Sementara Komisi VIII DPR atau Komisi Agama bukan wewenangnya.
 
Dalam surat dakwaan terhadap tersangka anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen disebutkan bahwa Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso pun menerima fee 1% dari proyek alat laboratorium komputer di Kemenag dan 3,5% dari pengadaan Alquran senilai Rp22 miliar. (Faa)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top