Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI HAMBALANG: Nazaruddin Diminta Ungkap Pelindung Anas Urbaningrum Di KPK

JAKARTA-KPK menantang publik untuk mengawasi perkembangan pengusutan kasus dugaan korupsi Hambalang yang menyeret sejumlah pejabat tinggi negara.
- Bisnis.com 28 Januari 2013  |  21:30 WIB

JAKARTA-KPK menantang publik untuk mengawasi perkembangan pengusutan kasus dugaan korupsi Hambalang yang menyeret sejumlah pejabat tinggi negara.

 

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan pada prinsipnya jika alat bukti yang dimiliki seseorang mencukupi untuk menjadikannya tersangka, maka KPK pasti akan menetapkan hal tersebut.
Hal tersebut juga berlaku terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang dicurigai ikut terlibat.

 

“Pada prinsipnya, tidak ada satu orang pun di KPK yang kalau memang alat buktinya mencukupi untuk menjadikan dia tersangka, tidak dijadikan tersangka,” ujarnya hari ini (28/1).

 

Hanya saja, Abraham enggan menjelaskan dengan pasti apakah bukti-bukti yang ada cukup untuk menarik Anas menjadi dugaan tersangka selanjutnya atau tidak.

 

“Nama [Anas] kalau disebutkan di persidangan itu kan baru dikatakan petunjuk. Jadi masih perlu verifikasi dan didalami. Istilahnya begini, alat buktinya perlu penyempurnaan”.

 

Abraham meminta mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazarudin menguak nama pejabat KPK yang dicurigai melindungi Anas dalam upaya mengusut dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat itu pada kasus korupsi Hambalang.

 

Menurutnya, seharusnya Nazaruddin menyebutkan dengan jelas nama pejabat KPK tersebut agar lebih transparan dan menghindari prasangka buruk.

 

“Harusnya dia [Nazaruddin] jelaskan siapa orang itu yang melindungi [Anas] supaya tidak menimbulkan fitnah. Kalau memang ada, ya orang itu tidak pantas lagi jadi pimpinan KPK. Harus dikeluarkan,” tegasnya. (yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top