Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi selidiki paket mencurigakan di Bandara Soekarno-Hatta

- Bisnis.com 25 Januari 2013  |  18:17 WIB
JAKARTA-- Kepolisian masih menyelidiki paket mencurigakan yang ditemukan oleh petugas kargo PT Delta Angkasa Prima di bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang. 
 
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Rikwanto mengatakan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sedang menyelidiki apakah paket tersebut berpotensi meledak atau tidak. 
 
"Pasalnya, material yang biasa terdapat pada peledak ada yang tidak ada, seperti power atau detonator," ujar Rikwanto, Jumat (25/1/2013). 
 
Rikwanto menambahkan penyelidikan juga dilakukan terhadap alamat pengirim dan alamat tujuan pengiriman paket yang semula diklaim berisi ikan masin. Menurutnya, barang-barang tersebut tidak boleh dikirim melalui jalur udara. 
 
Bermula dari pemindaian sinar X oleh petugas PT DAP terhadap paket yang diduga berisi bom karena terdeteksi ada tabung, kabel, dan paku pada Jumat (25/1) pukul 03.15. 
 
Kemudian, tim gegana tiba dan melakukan pengecekan terhadap paket mencurigakan tersebut. Tim gegana meledakkan paket tersebut dan menemukan kotak kayu ukuran 25x30 cm, uang tunai Rp1 juta, bubuk hitam dan paku, gulungan kabel merah dan kabel hitam, switch rangkaian, jari-jari sepeda motor, jari-jari sepeda, dan kumparan kuningan. 
 
Paket tersebut berasal dari kantor Pos & Giro udara Pekalongan yang diteruskan ke kantor pos Pasar Baru, Jakarta Pusat. Paket dikirimkan lagi ke kantor Pos & Giro udara Soetta. 
 
Alamat tujuan paket adalah Toko Ratu Tekstil, Jalan Raya Mandala No. 148, Merauke. (faa) 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top