Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DIRUT DAYAINDO SUDIRO MENINGGAL: Hasil otopsi menunjukkan tanda gantung diri

JAKARTA--Pihak Rumah Sakit Fatmawati menyatakan hasil otopsi jenazah Direktur Utama PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) Sudiro Andi Wiguna menunjukkan tanda-tanda gantung diri."Hasil sementara berdasarkan ciri ciri luka luka yang saya
- Bisnis.com 23 Januari 2013  |  20:08 WIB

JAKARTA--Pihak Rumah Sakit Fatmawati menyatakan hasil otopsi jenazah Direktur Utama PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) Sudiro Andi Wiguna menunjukkan tanda-tanda gantung diri.

"Hasil sementara berdasarkan ciri ciri luka luka yang saya temukan sesuai dengan ciri-ciri luka pada kasus gantung diri," kata Dokter RS Fatmawati yang melakukan otopsi, Andriani, melalui pesan singkat kepada Bisnis, Rabu malam (23/1).

Menurutnya, tidak ditemukan tanda-tanda bekas tindak kekerasan pada tubuh jenazah almarhum.

Pernyataan dr Andriani ini sekaligus mengonfirmasi pernyataan Yayat, seorang petugas di bagian Otopsi RS Fatmawati. Yayat mengungkapkan para penyidik dari kepolisian-lah yang mengantar jenazah Sudiro sekitar Rabu pagi-siang tadi (23/01).

"Saya tidak tahu penyebab kematiannya. Saya memang petugas di sini, tapi tadi bukan saya yang mengotopsi. Lebih baik tanya ke penyidik polisi, karena tadi jenazahnya diantar penyidik," kata Yayat, Rabu malam (23/01).

Seperti diberitakan, di tengah belitan sejumlah kasus hukum yang menimpa perusahaan yang dipimpinnya, Sudiro menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya di kawasan Bintaro Tangerang, Banten, Rabu pagi (23/1).

Menurut keterangan pengacara perusahaan Liston Sitorus, jenazah almarhum dibawa ke RS Fatmawati sejak pagi tadi untuk dicari tahu penyebab meninggalnya.

Almarhum Sudiro adalah profesional muda berusia 35 tahun jebolan sebuah pesantren di daerah Cepu Jawa Tengah. Dia menjabat sebagai direktur utama emiten berkode KARK sejak 2007 hingga sekarang.

Jenjang karirnya di dunia profesional dimulainya dari titik nol. Perjuangannya di dunia kerja diawali saat Sudiro memutuskan untuk hijrah mengadu nasib ke Jakarta selepas lulus SMA.

Sembari kuliah, Sudiro menyambi bekerja bahkan pekerjaan menjadi pencuci mobil salah seorang pejabat sempat dia lakoni.

Usai kuliah, dia memulai karirnya dengan menjadi seorang trainer di lembaga pelatihan motivasi hingga dipercaya menjadi orang nomor satu di Dayaindo, perusahaan pertambangan, energi, dan infrastruktur.

Adapun, kasus hukum yang menimpa Dayaindo antara lain masalah utang piutang, yang belakangan menuai gugatan pailit hingga muncul rumors perseroan berniat keluar dari bursa (go private). (Bsi) (Foto: Beritajakarta.com)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top