Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERINGKAT PROPER: 79 perusahaan dapat peringatan & masuk peringkat hitam

SEMARANG – Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini 2011-2012 terdapat sebanyak 79 industri diperingatkan dan mendapatkan peringkat hitam dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), akibat pengelolaan limbah cukup mengkawatirkan bagi pencemaran lingkungan.
Rachmat Sujianto
Rachmat Sujianto - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  18:51 WIB

SEMARANG – Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini 2011-2012 terdapat sebanyak 79 industri diperingatkan dan mendapatkan peringkat hitam dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), akibat pengelolaan limbah cukup mengkawatirkan bagi pencemaran lingkungan.


Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan jumlah industri sebanyak itu mengalami kenaikan dibandingkan periode 2010-2011 yang hanya tercatat 49 perusahaan mendapat peringkat hitam. Peringkat hitam merupakan peringatakan bagi perusahaan yang tak mentaati dalam pengelolaan lingkungan.


”Hasil penilaian program peringkat kinerja perusahaan (Proper) periode 2011-2012 terhadap 1.317 perusahaan terdapat 79 di antaranya mendapat peringkat hitam,” ujarnya di sela kunjungan kerja di pabrik PT SidoMuncul, Kabupaten Semarang, Rabu (23/1/2013).


Proper merupakan program unggulan KLH berupa kegiatan pengawasan pengelolalan lingkungan terhadap semua perusahaan/industri, bahkan ada lima peringkat yang diberikan terhadap perusahaan terkait pengelolaan lingkungan yakni hitam paling buruk, kemudian biru, merah, hijau dan emas.


Balthasar tidak menyebutkan nama 79 industri dan sektornya itu, namun, dia menjelaskan cukup banyak mereka yang bergerak di bidang pertambangan, energi dan migas, serta  agroindustri.


Perusahaan yang mendapat peringkat hitam itu, lanjutnya, diberikan kesempatan selama enam bulan untuk melakukan perbaikan, namun bila masih melanggar akan diproses hukum sesuai prosedur yang berlaku.


Dia menambahkan meningkatnya jumlah perusahaan memperoleh peringkat hitam itu, akibat perusahaan yang di-proper jga mengalami kenaikan meningkat. ”Kalau periode 2010-2011 hanya 1.002 perusahaan, sedangkn periode 2011-2012 mencapai sebanyak 1.317 perusahaan.”


Kunjungan Balthasar ke pabrik SidoMuncul itu sebagai upaya pengecekan pengelolaan lingkungan di lapangan, seperti instalasi pengelolaan air limbah (Ipal) dan pengelolaan limbah ampas jamu, mengingat pada 2010-2011 industru jamu nasional itu mendapat peringkat hitam.


”Kami memastikan apakah SidoMuncul secara sungguh-sungguh memperbaiki Ipal dan limbahnya. Ternyata sudah baik, pada 2013 kemungkinan bisa naik ke peringkat hijau,” tuturnya.


Sementara Direktur SidoMuncul David Hidayat mengatkan pihaknya sudah melakukan perbaikan pengelolaan Ipal  dan limbah ampas padat jamu, sehingga tak mencemari lingkungan.


Perbaikan Ipal itu, lanjutnya, diupayakan dengan membangun instalasi pengelolaan air limbah (Ipal) dan pengelolaan limbah ampas jamu atau limbah padat yang menghabiskan dana sebesar Rp40 miliar. Pembangunan fisik Ipal itu hingga rampung memakan waktu hampir satu tahun.


”Tahun ini target kami peringkat Proper SidoMuncul bisa gold atau emas,” ujarnya. (dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top