Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AHOK: Kalau Waduk Pluit beres, saya jamin [Jakarta] nggak bakalan banjir

JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan penyebab banjir bandang Jakarta pekan lalu akibat pendangkalan Waduk Pluit Jakarta Utara. Muka air yang seharusnya berkedalaman 10 meter hanya tinggal 2-3 meter karena lahan dijarah untuk mendirikan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Januari 2013  |  14:40 WIB

JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan penyebab banjir bandang Jakarta pekan lalu akibat pendangkalan Waduk Pluit Jakarta Utara. Muka air yang seharusnya berkedalaman 10 meter hanya tinggal 2-3 meter karena lahan dijarah untuk mendirikan bangunan liar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama segera menurunkan alat berat mengeruk endapan lumpur terutama dekat pintu air. Dalam satu hari ke depan 10 sampai 20 unit eskavator diterjunkan untuk mulai bekerja cepat karena tanggal 27 Januari 2013 diprediksi terjadi rob air laut yang berpotensi banjir lagi.   

“Kalau waduk pluitnya beres, saya jamin [Jakarta] nggak bakalan banjir. Makanya itu kalau bisa segera diselesaikan, karena Pluit obyek vitalnya negara. Sejak jaman belanda dirancang untuk tangani air sampai Monas dan Istana Negara,” katanya di Balai Kota, Rabu (23/1/2013).

Lanjutnya, bila Jakarta tidak punya waduk Pluit maka dipastikan 40% wilayah Jakarta bakal tenggelam. Persoalan lain, jika pemprov membiarkan tanpa ada solusi penanganan banjir maka hampir separo penduduk Jakarta tidak punya tempat tinggal. Dalam waktu yang mendesak ini akan dinormalisasi waduk pluit sebagai penampungan air. Sementara warga disekitar waduk dipindah ke rumah susun yang disediakan pemerintah.

Ahok juga menyayangkan selama lima tahun terakhir tidak ada program pengerukan 13 sungai yang dituding sebagai biang banjir. Padahal sejarah Belanda settiap tahun sungai itu ada anggaran dikeruk.  Anggaran APBD Pemprov DKI untuk urusan air juga sangat kecil. Hanya dibawah 2 persen dari total anggaran APBD yang hampir mencapai Rp50 triliun.

“Sekarang kita kerja cepat, sewa eskavator Rp99 juta sebulan kerja full, kalau kamu sewa 10 eskavator nggak sampai Rp1 miliar. Intinya kita tidak bicara sistem apapun, kita mau hemat uang negara, kinerja yang jelas semua terukur,” terang Ahok.

Jaga Tentara
Rumah susun yang disiapkan Pemprov untuk relokasi warga sekitar waduk Pluit yang siap dipakai 200 unit. Sudah ada 31 Kepala Keluarga warga uara Baru yang mau pindah ke rusun Marunda Cilincing Jakarta Utara. Namun persoalannya, banyak penolakan relokasi dari sebagian kecil masyarakat yang mengaku sebagai pemilik bangunan.

“Persoalan disana 75 persen itu kan penyewa, 25 persen pemilik. Nah pemilik tanah ini sudah jarah waduk dengan cara jebol tembok. Kalau menolak direlokasi saya nggak tau juga, tanggal 27 rob besar hujan besar, kalau sampai roboh dam kita mati semua,” kata Ahok.

Kondisi Pluit sekarang sudah agak surut karena air di pintu Pantai Mutiara dan pasar Ikan. Hal itu membuat warga berpikir aman sehingga kembali lagi. Tapi menjelang Imlek diprediksi gelombang pasang akan tinggi. Pemprov sudah mengingatkan untuk meninggalkan tempat tinggal disana. “Kalau ngotot juga suruh tentara jaga kalau bandel,” jelas Ahok. (38/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Akhirul Anwar

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top