Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Pengaruhi Perekonomian di Kalimantan Barat

PONTIANAK--Musibah banjir besar yang terjadi di  Ibukota Jakarta selama hampir sepekan terakhir ini, ternyata juga mempengaruhi perekonomian di Kalimantan Barat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Januari 2013  |  12:40 WIB

PONTIANAK--Musibah banjir besar yang terjadi di  Ibukota Jakarta selama hampir sepekan terakhir ini, ternyata juga mempengaruhi perekonomian di Kalimantan Barat.

Pasalnya, sejumlah pabrik di Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Priok yang ikut terendam banjir mengakibatkan pasokan sejumlah komoditas penting ke Kalbar menjadi tersendat bahkan terhenti sama sekali.
 

Ketua Forum Komunikasi Perusahaan Distributor (FKPD) Kalbar Stivenes Tjin Siam mengatakan meskipun saat ini dampaknya belum terlalu dirasakan oleh masyarakat di wilayah ini, namun kedepannya bukan tidak mungkin akan terjadi kenaikan harga pada beberapa jenis barang.  

“Saat ini belum terlalu berpengaruh, karena kebutuhan utama masyarakat stoknya masih ada. Tetapi kalau Jakarta terus-menerus hujan, saya yakin dampaknya akan berat buat Kalbar,” kata Stivenes, Selasa (22/1/2013).
 

Dia mengatakan saat ini pengiriman barang dari Pelabuhan Jakarta ke Pontianak masih berlangsung. Hanya saja, barang-barang yang dikirim via kapal laut tersebut merupakan pemesanan sebelum banjir.
 

“Kapal-kapal yang datang sekarang ini sudah dipesan sebelum banjir. Sementara pemesanan selanjutnya masih tertutup, karena kondisi pabrik asal barang maupun pelabuhan yang terkena banjir,” ujarnya.
 

Dia menyebutkan walaupun saat ini banjir di Jakarta telah surut, namun banyak pabrik yang belum berfungsi karena pabrik-pabrik tempat para distributor memesan barangnya banyak yang ikut terendam banjir.

Kalaupun sudah ada yang surut, tetap masih belum bisa berproduksi karena masih kotor dan bau. Masalah lainnya, aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok yang juga mengalami kendala.  

“Cuma saya dengar berita hari ini (kemarin) aktifitas bongkar muat di Tanjung Priok sudah mulai lancar. Mudah-mudahan saja seperti itu terus,” kata Stivenes.
 

Dia berharap hujan tidak lagi terus-menerus menimpa Jakarta dalam waktu dekat ini. Pasalnya, banyak komoditas utama yang masih mengandalkan stok lama.
 

“Takutnya barang-barang kebutuhan utama masyarakat akan kosong. Karena yang saya dengar barang-barang primer seperti terigu dan bahan bangunan seperti semen dan paku sudah mulai menipis stoknya,” tambahnya.

Mengenai kemungkinan kenaikan harga sejumlah komoditas di Kalbar, dia menilai saat ini masih bisa dicegah.
 

“Tapi kalau memang tidak ada pasokan yang datang, kita tidak tahu nanti seperti apa. Saat ini belum terlalu berpengaruh. Kalaupun ada kenaikan harga pada sejumlah barang itu kenaikan sejak sebulan yang lalu karena pengaruh kenaikan tarif dasar listrik dan isu upah buruh di Jakarta,” tuturnya.

Perihal kerugian para distributor di Kalbar, dia memperkirakan jumlahnya cukup besar.
 

“Kalau angkanya miliaran rupiah saya kira sangat mungkin. Karena ada banyak barang terutama barang mewah yang satu buahnya saja mencapai puluhan juta sampai ratusan juta rupiah. Saya saja mau cari printer tidak dapat, karena stoknya sedang kosong dan belum datang lagi stok yang baru,” jelas Stivenes. (K46) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Odie Krisno

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top