Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SENGKETA BISNIS: Borneo LumbungAnggap Arbitrase Singapura Tidak Tepat

JAKARTA -- PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk yang dimiliki Samin Tan menganggap perkara arbitrase di Singapura tidak tepat dan belum diputuskan.Dalam keterbukaan di situs Bursa Efek Indonesia, emiten berkode BORN tersebut menjelaskan perkara Arbitrase
- Bisnis.com 22 Januari 2013  |  01:53 WIB

JAKARTA -- PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk yang dimiliki Samin Tan menganggap perkara arbitrase di Singapura tidak tepat dan belum diputuskan.

Dalam keterbukaan di situs Bursa Efek Indonesia, emiten berkode BORN tersebut menjelaskan perkara Arbitrase Singapore International Arbitration Centre (SIAC) No. ARB001/12 belum diputuskan.

"Sepengetahuan BORN perkara tersebut belum diputuskan dan tergugat belum menerima kesimpulan keputusan Arbitrase SIAC atas pokok perkara tersebut," ujar Presiden Direktur Borneo Alexander Ramlie dalam keterbukaan itu Senin (21/1) malam.

Sebelumnya, telah beredar putusan interim SIAC yang isinya menolak bukti-bukti yang diajukan BORN terkait perkara mengenai tuntutan pembayaran tambahan oleh Transasia Minerals Limited dan Bondline Ltd (keduanya Penggugat) sebesar US$10 juta.

Laporan interim itu memutuskan produsen batu bara yang dikendalikan Samin Tan itu belum melunasi pembayaran transaksi akuisisi Asmin Koalindo Tuhup senilai US$10 juta.

BORN dan kuasa hukumnya berpendapat bahwa perkara Arbitrase SIAC tidak tepat oleh karena hukum yang mengatur atas permasalahan yang diperkarakan tersebut adalah hukum Indonesia dan merupakan kewenangan pengadilan di Indonesia.

"BORN bukan merupakan pihak yang termasuk dalam perjanjian yang menjadi dasar tuntutan oleh Penggugat," tulis Alex.

Pada Desember 2009, BORN membeli 99.99% saham atau kepemilikan di PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan telah membayar secara  penuh kepada Penggugat seluruh harga pembelian saham yaitu sebesar US$175 juta.

Borneo dan pihak penjual yaitu Transasia dan Bondline sudah menandatangani akta pengalihan saham atau kepemilikan di AKT yang dibuat dihadapan Notaris pada April 2008 dan kedua belah pihak telah melaksanakan segala ketentuan dan tindakan hukum untuk mengesahkan transaksi jual beli tersebut. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top