Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Renggut 20 Nyawa Dalam Sepekan

JAKARTA--Korban meninggal dunia sejak banjir melanda kawasan Jakarta  selama sepekan  (15/1-21/1) mencapai 20 orang. Ribuan orang tercatat masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang banjir.Kepala Pusat data Informasi dan Humas Badan Nasional
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  23:58 WIB

JAKARTA--Korban meninggal dunia sejak banjir melanda kawasan Jakarta  selama sepekan  (15/1-21/1) mencapai 20 orang. Ribuan orang tercatat masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang banjir.

Kepala Pusat data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan banjir Jakarta telah menimbulkan korban jiwa, kerugian, dan kerusakan pada banyak sektor.

"Tercatat 20 orang meninggal dunia hingga hari ini yang disebabkan oleh banjir, baik langsung maupun tidak langsung," ujarnya dalam pesan tertulis, Senin (21/01) malam.

Dia menjelaskan bahwa meninggal secara langsung artinya korban tewas karena hanyut ke sungai, dan tidak langsung karena dampak sekunder, seperti kesetrum listrik, sakit karena usia, kekurangan oksigen karena menghirup gas karbon monoksida dari genset di ruangan tertutup dan sebagainya.

Menurutnya, dari 20 orang sebagian besar justru meninggal di lokasi jauh dari sungai yang meluap. Korban kesetrum listrik karena berada di rumah atau tempat yang kerendam banjir.
 
Meskipun sebagian besar banjir sudah surut, saat ini masih terdapat 45.954 orang yang mengungsi. Sebagian mengungsi karena rumahnya masih terendam banjir.

Tercatat 100.274 KK atau 245.119 jiwa terdampak. Dari 45.954 pengungsi tersebut, tersebar di Jakarta Utara 17.237 jiwa, Jakarta Barat 22.315 jiwa, Jakarta Pusat 1.268, Jakarta Timur 1.442 jiwa, dan Jakarta Selatan 430 jiwa.

"Pemerintah, Pemda, dunia usaha dan masyarakat bahu membahu memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban banjir," kata Sutopo.  (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top