Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR KARAWANG: Sebanyak 66.746 Orang Terendam

JAKARTA-Tak hanya kawasan DKI Jakarta yang dilanda banjir, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, juga terendam air dari luapan sungai. Sebanyak 66.746 orang terendam banjir di daerah lumbung padi Jawa Barat itu.
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  18:55 WIB

JAKARTA-Tak hanya kawasan DKI Jakarta yang dilanda banjir, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, juga terendam air dari luapan sungai. Sebanyak 66.746 orang terendam banjir di daerah lumbung padi Jawa Barat itu.

 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan bahwa banjir yang terjadi di Karawang pada Kamis 17 Januari 2013 terjadi karena meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum. 
 
"Tinggi banjir berkisar antara 30 cm sampai dengan 250 cm," ujarnya dalam pesan tertulis, hari ini (21/01).
 
Dia menerangkan bencana tersebut menyebabkan 51 desa terendam di 15 kecamatan. Dampak yang ditimbulkan akibat banjir adalah terendamnya 18.626 rumah dan menyebabkan 18.914 KK atau 66.746 jiwa menderita. 
 
Di beberapa desa, sambungnya, orang-orang mengungsi di balai desa dan rumah penduduk yang tidak terkena banjir. Berdasarkan data yang dikirimkan, rendaman yang paling tinggi terjadi di Kecamatan Batu Jaya, Desa Segaran dan Telukbango sekitar 180cm-250 cm. 
 
"Hingga saat ini sebagian daerah masih terendam banjir," terangnya.
 
Menurut Sutopo, upaya tanggap darurat masih dilakukan BPBD Jawa Barat didampingi Tim Reaksi Cepat BNPB bersama untuk melakukan penanganan di lokasi. 
 
"Belum terbentuknya BPBD di Kab. Karawang menyebabkan kendala dalam hal pendataan dan penanganan di lapangan," ungkapnya.
 
Oleh sebab itu, paparnya, posko tanggap darurat didirikan di kantor Pemda, sedangkan Posko Lapangan didirikan di setiap Kecamatan yang banjir. Namun, lanjutnya, pengungsi diusahakan tidak ditempatkan di tenda, melainkan di gedung atau ruangan yang lebih layak. 
 
Akan tetapi, tambahnya, sebagian masyarakat tetap berada di rumah meskipun kebanjiran. Adapun kebutuhan dasar pengungsi selama tujuh hari ke depan telah tersedia, seperti 25 ton beras untuk korban bencana, sedangkan pengungsi sakit langsung dibawa ke Puskesmas. 
 
"Tanggul sungai yang jebol sudah ditutup secara darurat. Saat ini dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Jawa Barat di Karawang," katanya.
(faa)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Fahmi Achmad

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top