Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR KARAWANG: Dua sungai meluap, 51 desa terendam

JAKARTA: Banjir yang terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis (17/1) menyebabkan 51 desa terendam di 15 kecamatan.Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  12:38 WIB

JAKARTA: Banjir yang terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis (17/1) menyebabkan 51 desa terendam di 15 kecamatan.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir itu dikarenakan meluapnya Sungai Cibeet dan Citarum.

“Akibat luapan dua sungai itu maka tinggi banjir berkisar antara 30 cm sampai dengan 250 cm di 51 desa,” ujarnya, Senin (21/1).

Dia menjelaskan dampak yang ditimbulkan akibat banjir adalah terendamnya 18.626 unit rumah dan menyebabkan 18.914 Kepala Keluarga (KK) atau 66.746 jiwa menderita.

Di beberapa desa juga terjadi pengungsian dengan lokasi di antaranya di balai desa dan rumah-rumah penduduk yang tidka tergenang banjir.

Berdasarkan data yang dikirimkan, rendaman banjir yang paling tinggi terjadi di Kecamatan Batu Jaya, Desa Segaran dan Telukbango, yakni sekitar 180-250 cm.

“Sampai dengan saat ini, dilaporkan sebagian daerah di 15 kecamatan tersebut masih terendam banjir,” jelasnya.
Upaya tanggap darurat masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat didampingi Tim Reaksi Cepat BNPB untuk terkait melakukan penanganan di lokasi.

Namun, belum terbentuknya BPBD di Kabupaten Karawang menyebabkan kendala dalam hal pendataan dan penanganan di lapangan.

Saat ini, tanggul sungai yang jebol sudah ditutup secara darurat dan dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat di Karawang untuk mengatasi dampak banjir lebih lanjut. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top