Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JALAN TOL: Gubernur Jokowi Dinilai Tak Pahami Soal 6 Ruas Dalam Kota

JAKARTA: Gubernur DKI Joko Widodo dinilai belum memiliki pemahaman yang baik terhadap rencana pembangunan enam ruas tol dalam kota Jakarta.Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan Jokowi tidak memiliki informasi yang memadai mengenai enam ruas tol
- Bisnis.com 21 Januari 2013  |  02:53 WIB

JAKARTA: Gubernur DKI Joko Widodo dinilai belum memiliki pemahaman yang baik terhadap rencana pembangunan enam ruas tol dalam kota Jakarta.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan Jokowi tidak memiliki informasi yang memadai mengenai enam ruas tol dalam kota tersebut.

"Banyak informasi yang ditutup-tutupi ke Jokowi. Ini [pembangunan enam ruas tol] kan perdebatannya sudah dari 2007," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (20/1/2013).

Hal tersebut terlihat dari kegalauan Jokowi yang belum bisa menentukan kelanjutan pembangunan ke enam ruas tol tersebut.

Menurutnya, public hearing dari stake holder mengenai ke enam ruas tol tersebut pekan lalu akan sangat membantu Jokowi dalam melebarkan sudut pandangnya terhadap pro dan kontra yang ada.

"Semoga pemerintah bijak, dapat memihak rakyat melalui pembangunan angkutan massal yang memadai, sehingga masyarakat akan merasa aman ketika menggunakan transportasi umum," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly menjelasakan pelaksanaan pelelangan ruas tol tersebut sudah dilakukan 9 September 2011 dan diumumkan di dua media massa cetak nasional.

Seperti yang diketahui, PT Jakarta Tollroad Development merupakan pemegang konsensi atas enam ruas tol dalam kota Jakarta tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan ruas tol tersebut akan dilengkapi dengan Buss Rapid Transit (BRT).

BRT tersebut akan dibangun pada ketinggian 10 meter. Di setiap shelter BRT akan ada penambahan lajur pendek sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di tol. 
 
“Jumlah 17 shelter yang ada nantinya lebih banyak dari jumlah pintu keluar masuk kendaraan yang hanya ada 9 buah. Itu sebagai upaya dukungan untuk transportasi massal,” ujar Hermanto. (bas)
 
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top