Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENTERI PENDIDIKAN Manfaatkan Digital Dividend Untuk Kuliah Online

SEMARANG – Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh akan memaksimalkan digital dividend atau sisa kanal yang tidak terpakai pada saat migrasi penyiaran TV analog ke TV digital untuk mewujudkan blueprint pengembangan sistem perkuliahan online di
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 Januari 2013  |  09:53 WIB

SEMARANG – Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh akan memaksimalkan digital dividend atau sisa kanal yang tidak terpakai pada saat migrasi penyiaran TV analog ke TV digital untuk mewujudkan blueprint pengembangan sistem perkuliahan online di Indonesia.

Menurutnya, permintaan Wakil Presiden Boediono untuk disiapkan blueprint pengembangan sistem pengajaran online perguruan tinggi, buatan Indonesia, dalam bahasa Indonesia, dengan konteks Indonesia, mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk mengatasi sejumlah permasalahan pendidikan di tanah air.

“Kita bersyukur punya digital deviden. Dan itu akan kita manfaatkan sepenuhnya untuk pendidikan kita,” tuturnya, usai mengikuti Pembukaan Konvensi Kampus IX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia (FRI) XV, di Semarang, Jumat (18/1/2013).

Mendikbud memaparkan digital dividend adalah sisa kanal yang tersedia bebas setelah adanya proses peralihan sistem siaran TV analog menjadi siaran digital.

“Kita kan saat ini sedang bertransformasi dari sistem penyiaran analog menjadi sistem penyiaran digital, dan ketika transformasi itu sudah berjalan penuh, maka akan menyisakan sedikit kanal yang bisa dimanfaatkan, yakni digital dividend itulah sesuatu yang berharga yang akan kita manfaatkan,” ujarnya.

Menurutnya selain menyiapkan sisi infrastruktur jaringan yakni melalui digital dividend tersebut, pihaknya segera menyiapkan materinya atau konten isinya.

Sebelumnya, dalam pembukaan Pembukaan Konvensi Kampus IX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia (FRI) XV, Wakil Presiden RI Boediono meminta Mendiknas untuk menyiapkan blueprint pengembangan sistem pembalajaran online perguruan tinggi, buatan Indonesia, dalam bahasa Indonesia, dan dengan konteks Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, secara keilmuan tetap memenuhi standar internasional, menyamai standart universitas-universitas terbaik di dunia, dan sistem online tersebut harus dapat diakses dan dimanfaatkan semua perguruan tinggi dan mahasiswanya dengan biaya terjangkau. (k39/dot)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top