Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makin banyak turis, bisnis kuliner & suvenir Malang maju pesat

MALANG: Bisnis kuliner dan souvenir di Malang dalam setahun terakhir berkembang pesat dengan semakin berkembangnya pariwisata dan pendidikan.
- Bisnis.com 19 Januari 2013  |  02:40 WIB

MALANG: Bisnis kuliner dan souvenir di Malang dalam setahun terakhir berkembang pesat dengan semakin berkembangnya pariwisata dan pendidikan.


Ketua Paguyuban usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kota Malang Septarina Eko Dewi mengatakan berkembangnya pariwisata dan pendidikan memicu kebutuhan orang untuk makan.


Selain itu, lanjutnya, bisnis kuliner juga dinilai sebagai bisnis yang memberikan keuntungan yang cukup menarik dan tidak mengenal inflasi sehingga banyak diminati bagi orang yang memiliki keinginan berwirausaha.


“Sejak setahun terakhir bisnis kuliner berkembang dan bermunculan. Perkembangan pariwisata dan pendidikan menjadi pemicunya, tingkat hunian hotel di Malang juga tertinggi sesudah Bali,” ujar Septarina saat dihubungi Bisnis, Jumat (18/1/2013).


Menurutnya, sebagian besar wisatawan yang akan ke Batu, Probolinggo dan wilayah sekitarnya lebih memilih menginap di Malang.


Namun, Septarina menjelaskan adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% mengancam keberlangsungan usaha kuliner karena dengan menaikkan harga jual berakibat produk yang dijual turun.


"Jika tidak menaikkan harga, mereka akan menanggung biaya produksi yang cukup besar. Memang pelaku usaha di bidang kuliner paling rentan terkena dampak kenaikan TDL," ungkapnya.


Dia berharap pemerintah kota turun tangan dan memberikan fasilitas modal agar sektor mikro bisa bertahan.


“Karena dengan tingginya beban operasional yang harus ditanggung menuntut adanya tambahan modal. Sementara untuk mendapatkan modal dari bank juga tidak mudah dan beresiko terhadap terjadinya kredit macet,” ungkapnya. (arh)


 
 
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top