Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Wahana Visi salurkan paket bantuan untuk anak-anak

JAKARTA: Bantuan kemanusiaan mulai mengalir kepada masyarakat Jakarta yang terdampak oleh banjir. Salah satunya adalah Wahana Visi Indonesia (Wahana Visi),  bersama dengan mitranya World Vision Indonesia, sudah menyalurkan ribuan paket bantuan khusus
- Bisnis.com 18 Januari 2013  |  22:06 WIB

JAKARTA: Bantuan kemanusiaan mulai mengalir kepada masyarakat Jakarta yang terdampak oleh banjir. Salah satunya adalah Wahana Visi Indonesia (Wahana Visi),  bersama dengan mitranya World Vision Indonesia, sudah menyalurkan ribuan paket bantuan khusus untuk anak-anak.


“Sejak Kamis kemarin hingga hari ini, kami telah menyalurkan sedikitnya 1.000 paket bantuan anak di wilayah Jatinegara dan Cawang, khususnya di tiga RW yang terendam paling parah,” kata Hendi Julius, Area Manager Jakarta Wahana Visi Indonesia, dalam surat elektroniknya mala mini, Jumat (18/1).


Dia mengatakan ada lima wilayah pelayanan Wahana Visi di Jatinegara, yaitu Cawang, Jatinegara, Kebon Pala, Cilincing, dan Penjaringan dengan total 23.400 keluarga dampingan, ikut terdampak oleh banjir.


“Dalam setiap bencana yang terjadi termasuk banjir, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terkena dampaknya. Oleh sebab itu Wahana Visi sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus kepada anak, akan mendahulukan bantuannya kepada kelompok anak-anak,” tambah Hendi yang baru saja memberi bantuan pada korban banjir di wilayah Cawang.


Mengingat luasnya dampak di 5 wilayah pelayanannya, Wahana Visi menyiapkan 15.000 paket bantuan anak yang terdiri dari selimut, minyak telon, serta kelengkapan sanitasi seperti sabun, odol, sikat gigi, dan bedak bayi.


“Paket bantuan anak ini akan kami prioritaskan diantara 19.000 keluarga yang mempunyai anak balita,” ujarnya.


Menurut dia, paska banjir biasanya ada permasalahan lain yang dihadapi anak-anak dan harus diwaspadai. “Akibat banjir, anak-anak akan hidup dalam lingkungan yang kotor dan tercemar, proses pendidikan dan belajar akan terganggu, serta terbatasnya tempat bermain yang layak. Hak-hak anak ini harus terakomodasi dalam proses penanganan paska banjir,” lanjut Hendi. (arh)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top