Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TATA RUANG JAKARTA: Tanpa Pengendalian, Investasi Properti Jadi Percuma

JAKARTA— Pengamat Tata Kota Universitas Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan tanpa ada pengendalian tata ruang dalam pembangunan Jakarta, investasi yang dilakukan menjadi percuma. Hal itu, imbuhnya, karena kerugian materi yang
- Bisnis.com 18 Januari 2013  |  19:29 WIB

JAKARTA— Pengamat Tata Kota Universitas Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan tanpa ada pengendalian tata ruang dalam pembangunan Jakarta, investasi yang dilakukan menjadi percuma.
 
Hal itu, imbuhnya, karena kerugian materi yang ditimbulkan akibat banjir cukup besar.
 
 “Kita berinvestasi dalam 5 tahun, 5 tahun kemudian hilang disapu banjir. Pengalaman 2007, kita kehilangan investasi antara Rp5 sampai 7 triliun, tahun ini mungkin sudah ratusan miliar. Apa yang kita dapat?” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (18/1).
 
Menurutnya, aspek pengendalian ruang terabaikan karena pembangunan Jakarta terlalu mengedepankan aspek ekonomi.
 
Dia mengatakan yang dibutuhkan Jakarta saat ini bukan lagi pembangunan, tetapi pemulihan karena sudah terlalu banyak mengeksploitasi tata ruangnya.
 
“Sekarang Jakarta terus kebanjiran, berarti ada yang salah dengan pembangunan kita [di Jakarta],” katanya.
 
Menurutnya, beberapa pengendalian ruang yang diperlukan ibukota saat ini adalah penambahan ruang terbuka hijau (RTH), penambahan daerah resapan air, dan pembuatan ruang evakuasi bencana.
 
Dia menyarankan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jakarta yang sekarang sedang disusun harus dipersiapkan dengan matang agar bisa menjadi alat pengendalian ruang.
 
RDTR DKI Jakarta sempat mengalami penundaan pengesahan dari yang sebelumnya direncanakan pada akhir tahu lalu menjadi tahun ini. RDTR ini akan menjadi proyeksi pembangunan di Ibu Kota hingga 2030.  (if)
 
 
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top