Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANJIR JAKARTA: Curah Hujan Dibuang ke Laut

JAKARTA--Radar hujan milik Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) sudah 2 hari berada di Tugu Monas untuk mengumpulkan data data curah hujan sebagai langkah antisipasi banjir Jakarta.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Januari 2013  |  15:28 WIB

JAKARTA--Radar hujan milik Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) sudah 2 hari berada di Tugu Monas untuk mengumpulkan data data curah hujan sebagai langkah antisipasi banjir Jakarta.

Data yang dikumpulkan selanjutnya dipakai untuk menembak awan yang berpotensi hujan besar dengan teknologi hujan buatan agar bisa turun diluar langit Jakarta.


Direktur Teknologi Kebencanaan BPPT Isman Justanto mengatakan data curah hujan sudah dipegang oleh petugas, tetapi hujan buatan untuk mengurangi curah hujan di Jakarta baru akan dilakukan pada 21 Januari 2013.

"Sekarang data sudah ada tapi [hujan buatan] kami lakukan mungkin 21 Januari 2013 karena sekarang masih kurang pesawat terbang," katanya saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (18/1/2013).

Teknologi ini akan memodifikasi cuaca awan yang datang menuju ke langit Jakarta diturunkan atau dibuang di luar Jakarta dengan hujan buatan. Kemungkinan besar hujan dibuang ke laut, pasalnya jika hujan dibuang sekitar Jakarta justru mengundang bencana longsor atau banjir di daerah lain.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan siap membiayai hujan buatan dari BPPT karena dua institusi tersebut sudah melakukan kerjasama. Tapi hujan buatan tidak direkomendasikan dibuang ke daratan.


"Kalau dibuang misalnya ke Sukabumi bisa longsor, terus kalau di Tangerang Banten Ciujung bisa banjir lagi. Yang paling aman turunakn ke laut," kata Sutopo.


Namun ada sejumlah kendala yang menghadang. Jika hujan buatan memakai cara tebar garam dari pesawat sangat beresiko karena hujan selalu terjadi pada malam sampai dini hari. Penerbangan malam hari lebih beresiko karena efektifitas tabur garam tidak terpantau jelas. Sejak banjir 2002, 2007 dan 2012 ini hujan yang berakibat banjir rata rata malam hari. (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Akhirul Anwar

Editor : Martin-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top